Pemkot Surabaya Gerak Cepat Bantu Mantan Pemain Timnas U-16 yang Sakit Kronis

SAKIT: Ahmad Faruq Idhom Afi saat hendak dibawa ke RS Soewandhie, Rabu (19/1/2022) dari kediamannya di Jalan Simorejo, Sukomanunggal, Surabaya. (KS/ISTIMEWA)

SURABAYA, Klik9 com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat begitu mendengar informasi, ada salah satu mantan atlet tim nasional Indonesia yang menderita penyakit kronis.

Bahkan, saat itu Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani Eri Cahyadi mendatangi langsung rumah Ahmad Faruq Idhom Afi, Rabu (19/1/2022) di Jalan Simorejo 11/11A RT 05 RW 02 Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

Saat di rumah Afi, sapaannya, Rini Eri Cahyadi terus menguatkan hati Afi beserta orang tuanya, yang kala itu terus menangis. Dia lantas melakukan video call dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk turut menyemangati Afi beserta orang tuanya.

“Semangat sembuh ya,” kata Wali Kota Eri kepada Afi melalui sambungan video call.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Surabaya juga memimpin pemberangkatan Afi ke RS Soewandhie untuk dilakukan cek ulang tentang kesehatannya.

Baca Juga  Ini Cabor Sepak Bola 13 Kabupaten/Kota Lolos Porpov Jatim VII/2022

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya beserta jajarannya sudah menyiapkan mobil ambulance di depan rumah Afi, sehingga dari rumahnya dibawa mobil ambulance ke RS Soewandhie.

Tangis Ketua TP PKK Surabaya pecah kala itu. Ia pun tak kuasa menahan air matanya yang tumpah menyaksikan Afi dimasukkan ke mobil ambulance.

“Saya bisa membayangkan hatinya seorang ibu, saya bisa membayangkan ibunya Mas Afi seperti apa sekarang. Saya bisa membayangkan itu,” katanya berkali-kali mengusap air matanya.

Menurutnya, Afi ini mantan atlet, pemain Timnas Indonesia yang mendapatkan cobaan dari Tuhan setelah jatuh di rumahnya sendiri.

“Salah satu yang sudah dibantu adalah tempat tidur medis yang diberikan kepada adik Afi supaya aktivitas sehari-harinya bisa lebih mudah dan yang jaga juga lebih gampang,” ucap Rini.

Dengan diperiksa ulang di RS Soewandhie itu, diharapkan rekam medisnya bisa diketahui dan kondisi penyakitnya hingga saat ini.

“Melalui cara itu, nanti bisa diketahui, juga apa saja yang harus kami lakukan untuk membantu adik Afi ini, yang pasti kami akan terus dampingi hingga dia sembuh. Jadi, mohon doanya agar adik Afi bisa lebih baik lagi, ketika mendapatkan pengobatan dari RS Soewandhie,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Beri Pendampingan Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan di Wisata Kenjeran Park

Di samping itu, setelah dicek data keluarga tersebut, ternyata belum masuk ke dalam data base MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), sehingga saat itu orang tuanya dimasukkan ke dalam data MBR untuk mendapatkan sejumlah intervensi dari pemerintah.

Rini berharap kepada seluruh warga Kota Surabaya yang mengetahui ada tetangga atau saudaranya yang sakit kronis, diharapkan untuk langsung melaporkan kepada Pemkot Surabaya, baik melalui media sosialnya pemkot atau pun menghubungi Command Center 112.

“Saya mohon kita bersama-sama bergerak, jangan sampai ada adik Afi lagi di Surabaya ini, mohon doanya untuk semuanya supaya Surabaya lebih baik lagi,” katanya sambil mengusap air matanya lagi.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sukomanunggal Surabaya, Heri Suprianto yang mengawal dan turut melaporkan kondisi Afi itu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Surabaya karena perhatian dan gerak cepatnya dalam membantu Afi beserta keluarganya.

Baca Juga  De Rossi Tuntaskan Seluruh Metode Uji Seleksi Diklat Sepak Bola Pelajar Nusantara

“Afi ini atlet sepak bola yang sempat tergabung di Timnas U-16. Dia sakit kronis seperti sekarang ini setelah jatuh di dalam rumahnya. Dia sempat dirawat di RS Dr Ramelan Surabaya selama 2 bulan dan didiagnosa ada penyumbatan di otaknya dan saat akan dilakukan tindakan operasi keluarganya menolak, bahkan dia dibawa pulang dan hanya dirawat sendiri oleh orang tuanya,” kata Heri.

Ia juga menjelaskan kronologi ditemukannya Afi yang sakit kronis itu. Awalnya, dia mengaku hendak melakukan outreach kepada kakek Afi yang juga dalam kondisi sakit. Ketika mau pulang, dia melihat Afi tergeletak di atas kasur, sehingga dia juga melakukan outreach kepada Afi.

“Setelah itu saya laporkan kepada lurah, camat, dan puskesmas, dan ternyata sampai ke atas dan hari ini Ibu Wali Kota datang langsung ke sini, sungguh ini perhatian yang luar biasa, terima kasih Pak Wali Kota, Ibu Wali Kota dan jajaran Dinkes serta jajaran kecamatan dan kelurahan, semoga setelah diobati di Soewandhie, adik Afi bisa segera pulih,” pungkasnya. (ril/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.