Manajemen Regency 21 Fasilitasi Pertemuan Warga RT 06 dengan Pihak Proyek Pembangunan

MUSYAWARAH: Ketua RW 04 Klampis Ngasem, Eko Busono (mikropon) saat memimpin pertemuan warga dengan pihak proyek, Rabu (5/1/2022) siang di Kantor Pemasaran Regency 21, Surabaya. (KLIK9/HARUN)

SURABAYA, Klik9.com – Menindaklanjuti keluhan warga RT 06 Regency 21, Ketua RW 04 Klampis Ngasem, Eko Busono mengadakan pertemuan warga, Rabu (5/1/2022) siang di Kantor Pemasaran Regency 21, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya.

Pertemuan yang difasilitasi oleh manajemen Estate Regency 21 tersebut dilakukan untuk menemukan solusi terbaik antara warga Deles dan pihak pengelola proyek, yang aktivitasnya bersebelahan dengan pemukiman warga.

Baca Juga  Ini Kiat PSSI Jatim Jaga Sportivitas Ajang Pra Porprov Jatim VII/2022

Turut hadir dalam pertemuan warga tersebut, yakni Muspika Sukolilo, di antaranya Danramil Sukolilo, perwakilan Polsek Sukolilo dan perwakilan Kecamatan Sukolilo. 

Selain itu, juga dihadiri warga RT 06 Regency 21, kemudian perwakilan pemilik tanah, serta perwakilan pelaksana pengurukan lahan.

Ketua RW 04 Eko Busono usai pertemuan mengatakan, bahwa adanya keluhan warga RT 06 Regency 21 kepada dirinya terkait proyek pembangunan di sebelah pemukiman warga.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk menyampaikan keluhan warga, karena tidak adanya sosialisasi ke warga, maupun pemberitahuan ke RW soal proyek pembangunan,” tutur Eko.

Baca Juga  Penetapan Wali Kota Surabaya Terpilih Menunggu Keputusan MK

Hasilnya, akan ada pertemuan lanjutan sampai waktu yang belum ditentukan. Pasalnya, ada satu pihak yang tidak mendapat undangan, yakni penyewa lahan, yang mengelola proyek pembangunan.

“Untuk pengurukan lahan sementara dihentikan, hingga pertemuan lanjutan, yang juga dihadiri oleh pihak penyewa lahan,” timpal Eko.

Dalam kesempatan itu, GM Estate Regency 21, Indarto Halim menambahkan, bahwa ada dua hal utama yang menjadi aspirasi warga, yakni keamanan dan dampak pembangunan.

“Keamanan ini, nanti adanya pekerja proyek, yang bisa saja masuk ke pemukiman warga, jika tidak dibuatkan pagar pembatas. Yang kedua, dampak psikologis dan sosial, serta fisik, kalau ada kerusakan rumah warga itu bagaimana solusinya,” beber Indarto.

Baca Juga  Co Pilot Anak Mantan GM Pelindo III Termasuk Penumpang Pesawat Nahas Sriwijaya Air SJ 182

Sementara itu, pelaksana proyek, yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, telah terjadi miskomunikasi pihaknya dengan warga. 

“Cuma miskomunikasi saja. Ke depannya, kita akan tetap memperhatikan keinginan warga sekitar, terkait pembangunan proyek ini, dengan harapan, semua bisa berjalan dengan baik, tanpa ada masalah,” tandasnya. (har)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.