Lepas Siswa Kelas 6, SD Al Muslim Jatim Ajak Sujud Syukur dan Bersih-bersih Alun-Alun Sidoarjo

Klik9.com – SD Al Muslim Jatim kembali melaksanakan pelepasan kelulusan siswa-siswi setelah vakum dua tahun karena pandemi. Bahkan, untuk pertama kalinya acara pelepasan dilakukan di luar sekolah, yakni di Masjid Agung Sidoarjo, Rabu (15/6/2022) pagi.

Dalam kesempatan itu, sejumlah guru beserta 143 siswa yang dinyatakan lulus hadir mengikuti jalannya kegiatan. Jumlah ini merupakan 100 % siswa yang lulus. Semula akan diawali bersih-bersih Alun-Alun Sidoarjo, namun karena hujan, acara digeser ke dalam masjid agung.

“Tanggal 15 Juni ini merupakan hari kelulusan anak-anak SD di wilayah Sidoarjo. Kebetulan anak-anak dibawa ke masjid agung, untuk melatih supaya senang ke masjid, melaksanakan sujud syukur, sholat Dhuha berjamaah, karena untuk meningkatkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT,” ujar Kepala SD Al Muslim Ustazah Fatimatuz Zahroh SPd MPd usai memberikan sambutan.

Selain juga doa bersama, dikatakan sedianya memang ada kegiatan ke alun-alun (bersih-bersih) yang kemarin sudah minta izin ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo. Tapi, karena hujan, ditakutkan becek, kemudian kotor semuanya, sehingga bersih-bersih hanya dilakukan perwakilan 15 siswa di penghujung acara sesaat setelah hujan reda.

Baca Juga  Sidoarjo Kalah Tipis dari Banyuwangi, Ini Hasil Pertandingan Lainnya di Hari Sabtu

Bersih-bersih alun-alun dalam rangka untuk meningkatkan kecintaan siswa-siswi terhadap lingkungan sekitar. Tujuannya, agar anak-anak peduli dengan lingkungan sekitar, yang kedua, dalam rangka untuk mensyukuri nikmat (lulus) dengan cara sujud syukur, dilanjutkan sholat Dhuha.

Selama pandemi, sambung Ustazah Fatimatuz, ini baru pertama kali, sebelumnya menjadi rutinitas sekolah, hanya saja ditempatkan di sekolah. Di Masjid Agung Sidoarjo baru pertama kali. Sangat mungkin rutin dilaksanakan, tetapi tidak harus lokasinya sama, bisa di Masjid Al Akbar Surabaya misalnya, maupun luar kota.

“Insya Allah, nanti kita selalu kita evaluasi manfaatnya, hikmah dibalik itu semuanya, ternyata anak-anak senang. Dia (anak-anak) tertib di sini ya, masjidnya juga bersih, dan kemarin juga sudah memberikan surat ke takmir. Alhamdulillah diberikan ACC, kemudian ada catatannya, jaga kebersihan, tolong tetap tertib, insya Allah kita patuhi itu,” paparnya.

Dia menceritakan saat menyampaikan sambutan, kalau anak-anak tampak haru, ketika dirinya mengatakan, bahwa syarat kelulusan ini tidak hanya nilai, tetapi juga faktor sosial, karakter, dan harus hafal juz 30. “Itu kan mereka merasa, saya sudah hafal belum, sehingga tadi ada yang nangis juga, saya prank ada yang belum lulus loh, ternyata anak-anak nangis, sedih begitu ya,” kelakarnya.

Baca Juga  PPM Batalyon 1330 Surabaya Bersama AWS Bersih-bersih Kompleks Gedung Juang 45

Di sekolah dasar yang ia pimpin memang menerapkan kriteria penilaian kelulusan harus hafal juz 30, kemudian karakter baik, dalam arti baik kepada kedua orang tua, baik kepada teman, kemudian baik sama guru itu bagaimana, selain nilai akademik.

“Buat anak-anak semuanya, pertama-tama ustazah ucapkan selamat, sukses buat kalian semuanya, yang kedua, tetap semangat belajar, dan selalu bisa me-manage waktu, sehingga menjadi calon sang pemimpin yang hebat dan luar biasa,” pesannya.

Sementara itu, Dewi Nurjanah mengungkapkan terkait hafalan juz 30, kalau sekolah tatap muka, pembelajaran mulai dari pagi, siswa-siswi didril hafalan sampai targetnya tercapai, yaitu hafal juz 30. “Kalau selama pandemi, kita sisipkan waktunya mungkin tidak terlalu panjang, tetapi tetap kita adakan tiap pagi hari, fresh morning untuk latihan doa, latihan surat tadi,” katanya.

Guru bahasa Indonesia kelas 5-6 ini mengakui adanya kendala dalam proses pembelajaran selama pandemi, menurutnya anak-anak kadang daring, kadang tidak ikut, kadang ada yang rajin. Kalau bertemu tatap muka seperti ini siswa semangatnya tinggi.

Baca Juga  Sisi Lain Aipda Nurkholis, Ustaz dan Khotib Pemilik TPQ yang Bercita-cita Miliki Ponpes di Tulungagung

“Visi kami menjadi khalifah, pemimpin rahmatan lil ‘alamiin. Target pertama, anak-anak bisa hafal surat-surat pendek, paham artinya, agar dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, lulus SD sudah hafal juz 30. Jadi, tetap dipertahankan hafalannya, karena kelas 6 ini sudah ada tahfizh juz 1, juz 2 juga,” timpalnya.

Terpisah, Kalina, siswi kelas Al Kindi atau 6-E, mengaku senang dan bersyukur, karena akhirnya bisa lulus setelah sekolah enam tahun, bisa menuju ke jenjang berikutnya. “Insya Allah saya hafal juz 30, yang saya rasakan acara pelepasan di masjid agung, lebih berbeda, supaya sekalian doa bersama,” tuturnya.

Ia pun memberikan kesan selama bersekolah, disebutkan kalau gurunya baik-baik, ngajar-nya bisa tersampaikan dengan baik, terus gurunya juga asyik, seru. Tak lupa, Kalina juga memberikan tips untuk menghafalkan juz amma, yaitusuratnya dibaca tujuh kali, insya Allah hafal. “Terima kasih kepada guruku, karena guru aku bisa membaca, menulis, dan memahami semua yang telah dipelajari,” pungkas siswi yang menjabat sekretaris kelas ini. (kaf/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.