Belajar Sholawat Nabi, Santri TPQ Syekh Maulana Ditanamkan Cinta Tauladan Rasulullah SAW

Klik9.com – Kegiatan belajar membaca buku sholawat Dibaiyah telah diawali, Sabtu malam (4/6/2022) lalu di TPQ Syekh Maulana Malik Ibrahim Surabaya. Ngaji Diba’ menjadi salah satu bahan ajar rutin untuk menanamkan rasa cinta dari keteladanan Rasulullah SAW.

Tak hanya itu, dengan membaca sholawat, para santri juga diajarkan bahwa sholawat dibaca untuk mendapatkan keselamatan selama di perjalanan baik ke sekolah maupun ke tujuan lain, sekaligus supaya kelak di akhirat bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

Sebab, kita sebagai manusia yang tempatnya salah dan khilaf, saat di pengadilan yaumul hisab nanti, jika mendapatkan timbangan amal kebajikan jelek hingga terperosok ke dalam neraka, maka dengan syafaat dari Rasulullah SAW itu, kita bisa diangkat ke surga. Waallahu a’lam bisshowab.

Dalam kesempatan itu, lima orang santriwati nampak khidmat memperhatikan pelajaran ngaji Diba’. “Iya, kalau normal santri ada sekitar 30-an anak. Namun, memang tidak dipaksa belajar, sehingga sebagian santri selepas jamaah Maghrib lantaran pulang maupun bermain di luar musholla,” terang pengasuh TPQ Harun Effendy di Musholla Rusun Gunung Anyar, Surabaya.

Baca Juga  Serba-serbi PON XX Papua, Masjid dan Musala Menjamur di Merauke

Kendati demikian, di sela-sela ngaji ini, santri yang jenuh bermain lantas kembali ke musholla. “Jadi, anak-anak ini berangkat ngaji atas kemauan dan inisiatif sendiri. Selalu saya sampaikan, kalau guyonan di luar musholla dulu, agar tidak mengganggu teman yang ngaji,” katanya.

Uniknya, santri-santri ini sudah paham porsinya, memantapkan hati dahulu, baru bergeser ngaji. “Harapan saya, orang tua lebih memotivasi anak-anak rajin mengaji, karena ini bekal hidup di dunia dan akhirat, lebih-lebih Diba’, disebutkan di dalam Al Qur’an, sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi SAW, apalagi kita sebagai umatnya,” tutur Harun.

Baca Juga  TPQ Syekh Maulana Malik Ibrahim Kembali Salurkan Nasi Bungkus Jumat Berkah

Ke depannya, dirinya ingin dari anak-anak ini lahir generasi emas, dengan bekal ngaji Al Qur’an maupun sholawat dapat berguna bagi diri mereka dan lingkungan. “Alhamdulillah, kadang-kadang ada yang mengundang kami khataman Al Qur’an. Dan, dengan belajar sholawat ini tidak menutup kemungkinan, juga ada yang punya hajat, lalu mengundang kami sholawat bersama,” ungkapnya.

Usai belajar Diba’, kemudian para santri yang ikut ngaji pun diajak makan bakso bersama, sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah dan memberikan semangat kepada anak-anak yang berhasil melawan rasa malas belajar mengaji. “Alhamdulillah selama ini tidak dipungut biaya. Sehingga patut kami syukuri ada saja pihak yang ikhlas memberikan support,” pungkasnya. (osi/red)

Baca Juga  Aklamasi, Bambang Haryo Kembali Pimpin IPSI Surabaya untuk Periode Ketiga Kalinya
Tonton video YouTube-nya klik https://youtu.be/tsfKU9jsDZg

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.