Sambut Hari Autis, Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya dan JCI Gelar Webinar Kurikulum Bagi Anak dengan ASD

SURABAYA, Klik9.com | Dalam rangka menyongsong Autism Day, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya bersama Junior Chamber International (JCI) East Java, dibantu oleh Athalia’s Blessing dan Unesa menggelar webinar Mengembangkan Kurikulum Bagi Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui zoom, Minggu (28/2/2021) siang.

Webinar ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) ini menghadirkan sebagai pembicara Ketua Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas Islam Nusantara DR Yoga Budhi Santosa, yang juga konsultan Edufa Autism Therapy Center. Kemudian, turut hadir bintang tamu praktisi ABK, Owner dan pengajar di Efata Home Therapy and Private Course Jeane Putri Amelia SPsi. Dan acara ini dimoderatori DR Vendyah Trisnaningtyas MPd, dosen Unisba dan konsultan Athalia’s Blessing Surabaya.

Baca Juga  Ratusan Siswa SMP Al Muslim Berikan Doa Untuk Almarhum Cak Nur

Tujuan dari webinar anak dengan ASD ini adalah membuat kurikulum pendidikan secara khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan spektrum autis, agar anak dapat mengikuti dengan senang dan nyaman selama sesi intervensi.

Perlu diketahui bahwa kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan, yang berisi rancangan pelajaran, dimana program tersebut akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.

Dalam dunia pendidikan formal, kurikulum memegang peran penting demi tercapainya kesuksesan belajar. Seiring berkembangnya zaman, kurikulum sering mengalami perubahan. Terlebih, dengan munculnya permasalahan pada anak, maka muncul juga kurikulum individual.

Baca Juga  Gandeng Kejaksaan Negeri, Pemkot Surabaya Tanamkan Nilai Anti Korupsi pada Pelajar

Selain itu, kurikulum adalah jarak tempuh untuk menjadi bergelar atau berijazah. Hal ijazah, tentu saja menjadi pertanda meningkatnya kemampuan peserta didik penerima kurikulum sebagaimana pikiran awam. Namun, ini berbeda dengan kurikulum untuk meningkatkan kemampuan pada ABK, terlebih anak dengan ASD yang kemampuannya tidak sama, meskipun gangguannya sama dan usianya sama.

Lantas, apa sebenarnya tujuan, komponen sebuah kurikulum dan bagaimana kurikulum itu dibuat bagi anak-anak dengan gangguan perkembangan spektrum autis?

Menurut garis besar dari pemaparan dua narasumber Bapak Yoga dan Ibu Jeane dijelaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan anak dengan ASD perlu dibuat kurikulum custom, individual, yang bisa dibuat oleh guru dan orang tua.

Baca Juga  Hari Gizi Nasional, SMP Al Muslim Sidoarjo Gelar Webinar Remaja Sehat Bebas Anemia

DR Yoga Budhi Santoso mengungkapkan, penentuan kurikulum yang tepat bagi tiap-tiap anak bergantung dari assessment (penilaian) awal yang dilakukan pada tiap anak.

“Tergantung kondisi dan jenis gangguan serta kebutuhan anak. Kiranya kemampuan apa yg perlu ditingkatkan, itulah yang akan di design program pembelajarannya,” terang DR Yoga Budhi Santoso. (han)

 102 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *