
Klik9.com – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Syekh Maulana Malik Ibrahim (SMMI) menggelar kegiatan khataman, Sabtu (18/9/2021) pagi setelah Sholat Subuh di Mushola Rusun Gunung Anyar Sawah, Surabaya.
Khataman dilakukan oleh santri-santri yang telah memasuki jenjang Al-Qur’an selama belajar di TPQ. Namun, tidak semua memiliki keberanian untuk tampil mengeluarkan suaranya di depan mikrofon. Khataman berakhir sebelum Maghrib pukul 16.45 WIB.
Menurut Pembina TPQ Harun Effendy, sebetulnya ada sekitar enam orang santri, tiga perempuan dan tiga laki-laki yang mampu membaca Al-Qur’an, tetapi hanya dua yang berani tampil. Sisanya hanya berani membaca Juzz 30. Itupun sedikit dipaksa.
“Salah satu tujuan kegiatan khataman ini untuk menanamkan keberanian tampil di depan umum dengan berani membaca di depan mikrofon. Karena ini langsung terhubung dengan speaker di atas yang bisa didengar masyarakat, jadi wajar ada yang masih takut,” terang Harun.
Lanjut pria yang berprofesi sebagai jurnalis ini, tujuan utama diadakan khataman adalah memohon keberkahan suatu kediaman atau rumah tinggal agar terang benderang.Â
“Insyaallah, baik donatur acara maupun yang ikut membaca, bahkan yang mendengar bacaan Al-Qur’an, maka akan mendapatkan keberkahan,” tuturnya.
Hal itu dibenarkan salah satu warga rusun yang bersedekah roti kukus dan air mineral. “Alhamdulillah mas ustaz, baru keluar mushola, ada yang kasih rezeki. Tadi saya bilang istri saya, bu ada khataman bantu kue,” ujar pria paruh baya yang akrab disapa Pakde ini.
Salah satu berkah yang nyata didapat berupa kue-kue yang melimpah maupun makan pagi dan siang. Saking banyaknya kue itu juga dibagikan ke penghuni rusun serta santri-santri kecil yang mengaji usai Sholat Maghrib yang berasal dari warga rusun dan luar rusun.

Selain itu juga ada donasi berupa uang dari petugas rusun yang ikut khataman serta dari Hamba Allah yang langsung disalurkan kepada santri-santri yang istiqomah memakmurkan rumah Allah tersebut.
“Alhamdulillah, santri-santri yang ikut membaca, dapat rezeki berupa bisyaroh, termasuk yang rajin adzan,” timpal Harun.

Hasil dari kegiatan khataman juga berupa air mineral yang masih banyak yang bisa dikonsumsi oleh santri maupun jamaah mushola yang kehausan saat usai beribadah.
“Keberkahan itu saat ada kegiatan ibadah, banyak yang peduli, dan kepedulian itu tersalurkan dengan baik, sehingga warga sekitar juga mendapat manfaat,” tutup Harun.

Tak hanya warga maupun donatur yang enggan disebutkan namanya, Camat Gunung Anyar Ibu Maria Agustin Yuristina juga berdonasi berupa tiga boks roti bakery yang berisi 75 roti. (red)







