SMA Al Muslim Lestarikan Budaya dengan Membatik

Klik9.com – Sabtu, 2 Oktober 2021

Penulis : Ustaz Achmad Mauliidy Oktavianto, S.Or.

Peringatan Hari Batik Nasional biasanya ditandai dengan mewajibkan memakai baju batik ditiap instansi pendidikan maupun nonpendidikan. Bagaimana sejarah penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional?

Pada 2 Oktober 2009 atau 12 tahun yang lalu, batik ditetapkan sebagai daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada sidang UNESCO di Abu Dhabi. Penetapan itu merupakan yang ketiga kalinya bagi Indonesia setelah keris dan wayang yang terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO.

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, dikutip dari laman resmi Kemendikbud, batik diartikan sebagai teknik menghias yang mengandung nilai, makna, dan simbol budaya. Batik merupakan satu di antara warisan budaya yang masih lestari. Perkembangan batik awalnya banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, hingga berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. 

Baca Juga  Bripka Sugeng Pendiri Taman bacaan bagi anak anak di Kelurahan Binaannya

Alhamdulillah pada akhir bulan agustus 2021 pembelajaran tatap muka terbatas bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat setelah peserta didik mengalami pembelajaran jarak jauh selama lebih satu tahun yang telah menimbulkan berbagai dampak bagi peserta didik.

Protokol kesehatan dalam proses pembelajaran tatap muka sangat diperhatikan yang meliputi dari pengecekan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta membatasi jumlah peserta didik masuk sekolah dengan persentase 50% dari jumlah peserta didik. Proses pembelajaran dibatasi hanya 4 jam dalam sehari, peserta didik pun hanya diperbolehkan masuk dua hari dalam seminggu.

Sabtu 2 Oktober 2021 merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta didik karena ditanggal tersebut peserta didik dapat mengetahui hasil belajar selama setengah semester pertama melalui rapor sisipan yang dimana bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Baca Juga  Memahami Makna Isra' Mi’raj, OSIS SMA Al Muslim Bagikan Mukenah dan Sarung ke 10 Masjid

Di tengah pelaksanaan pengambilan rapor sisipan, SMA Al Muslim mengadakan pameran batik hasil karya siswa dan praktik pembuatan batik tulis yang diikuti oleh beberapa siswa dan civitas SMA Al Muslim. 

“Batik merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan. Maka dari itu, momen peringatan hari batik sedunia yang jatuh pada tanggal 2 Oktober ini kami manfaatkan untuk melestarikannya dengan cara memamerkan hasil karya batik siswa dan praktik membuat batik yang diikuti beberapa siswa dan civitas SMA Al Muslim” Ujar Mahmudah, S.Ag., M.Pd.

Beliau juga menambahkan bahwa pentingnya menanamkan kecintaan terhadap budaya yang dimiliki bangsa Indonesia pada siswa agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang bangga dan melestarikan budaya Indonesia

Dalam kegiatannya pun peserta didik dan civitas SMA Al Muslim sangat antusias dalam praktik membatik secara langsung di sekolah dan merasa senang bisa berkegiatan dan berkreasi membuat batik sendiri.

Baca Juga  Cegah Perundungan di Sekolah, SMA Al Muslim Sosialisasi Program Roots Indonesia

“Alhamdulillah saya senang bisa ikut praktik membatik di sekolah, ini menjadi pengalaman saya yang akan terus terkenang karena biasanya agar tahu proses membatik saya harus datang ke tempat pembuatan batik tapi di SMA Al Muslim tidak hanya sekedar melihat proses pembuatan batik tapi langsung mempraktikkan secara langsung. dan hasil batik ini nanti akan saya jadikan baju batik” Ujar Anis siswa kelas XII MIPA.

Kegiatan membatik ini selain sebagai peringatan hari batik sedunia juga bagian dari implementasi pembelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) “Kegiatan membatik ini merupakan salah satu kegiatan dalam mata pelajaran SBK untuk kelas XII yang dimana bertujuan untuk melestarikan budaya asli Indonesia”, Ujar Ustazah Risya Rusdyana, S.Pd selaku pengampu mata pelajaran SBK. (*/ril)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.