Klik9Nine

Khazanah Khatulistiwa

BERITA

Per Januari 10 Trayek Tol Laut PT PELNI Sudah Siap Lakukan Muatan ke Daerah 3TP

TOL LAUT: Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI Yahya Kuncoro ST MM.Tr melakukan sosialisasi layanan bongkar muat barang, Kamis (16/12/2021) siang di Hotel Ibis, Surabaya. (KLIK9/ISTIMEWA)

KLIK9.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Tol Laut khususnya di trayek Surabaya, PT PELNI melakukan “Sosialisasi Trayek Tol Laut PT PELNI Cabang Surabaya tahun 2022” di Hotel Ibis, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Kamis (16/12/2021) siang. 

Pasalnya, dari 10 trayek nasional, 6 di antaranya terpusat di Surabaya. Sehingga Kota Surabaya menjadi homebase dari Tol Laut, karena kedudukannya yang krusial dan signifikan.

Terdapat 26 perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) yang hadir dalam sosialisasi termasuk shipper dan penerima barang, tujuannya evaluasi layanan tahun 2021 dan planning di 2022 bahwa PT PELNI per Januari sudah siap melakukan pemuatan Tol Laut, sehingga JPT ini bisa bersiap melakukan pengumpulan barang muatan melalui shipper

“Selain itu, kita gali masukan dari JPT ini agar kendala tahun 2021 tidak terulang. Harus ada perbaikan yang dikontrol PT PELNI, seperti misalnya jadwal keberangkatan yang terbaik,” ujar Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI Yahya Kuncoro ST MM.Tr dalam keterangan pers usai sosialisasi.

Baca Juga  Pra Kongres I 2024 Aliansi Wartawan Surabaya Digelar

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa PT PELNI sebagai BUMN mendapatkan penugasan dari pemerintah, salah satunya pengangkutan barang melalui Tol Laut yang sudah berlangsung selama 6 tahun mulai 2015 hingga 2021.

Fungsi utamanya adalah memberikan layanan reguler liner service, yaitu kepastian jadwal tetap pengangkutan logistik barang kebutuhan pokok ke daerah 3TP (tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan), agar terjadi perdagangan, memunculkan perdagangan.

“Harapannya di wilayah 3TP itu terjadi single harga. Sebab sebelumnya, di wilayah itu harga bisa 2-3 kali lipat lebih tinggi dari area Jawa port (bandar,red). Dengan Tol Laut, kebutuhan dari daerah 3TP dapat dipenuhi oleh Jawa port,” terangnya.

Tak hanya pengiriman barang, namun muatan balik dari daerah 3TP itu juga akan tumbuh, pengusaha lokal juga bisa mengirimkan barang ke Jawa port

Baca Juga  Ini Hasil Penetapan DPT di 19 KPU Kabupaten/Kota di Jawa Timur

“Di 2021 total PT PELNI sudah mengangkut 153 persen barang hingga November kemarin. Ada kenaikan 53% dari tahun lalu. Artinya, pertumbuhan Tol Laut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Muatan berangkat dan baliknya saat ini hampir seimbang, yaitu 66% berangkat, balik 34%,” imbuh alumni ITS ini.

Sehingga dari 9 trayek yang ada sebelumnya, kini sudah turun SK penambahan satu trayek menjadi 10 yang bisa ditandatangani kontrak akhir Desember ini, dan awal Januari 2022 sudah bisa running dilakukan pemuatan.

“Sebab untuk Tol Laut ini tidak bisa sembarang barang diangkut, karena ada aturan Kementerian Perdagangan. Hanya kebutuhan pokok yang penting. Selain itu, tidak bisa,” jelas Yahya.

Oleh karena itu, sosialisasi diharapkan, selain menjalin silaturahmi, juga untuk menciptakan suasana keluarga besar antara PT PELNI dengan stakeholder demi kelancaran layanan Tol Laut.

“Rata-rata kendala yang dihadapi di daerah 3TP adalah fasilitas bongkar muat pelabuhan. Karena milik pemerintah daerah. Sehingga bongkar muat masih bergantung crane kapal PELNI. Kalau ada kerusakan terjadi keterlambatan waktu. Beda di Surabaya, mereka punya crane darat yang bisa mengatasi itu,” ungkap Yahya.

Baca Juga  Peduli Pembinaan Sepakbola, Unika Sponsori Liga Persebaya 

Kendala lainnya, soal tenaga buruh, seperti di Papua dan Sulawesi Utara, di mana di daerah ini memiliki budaya yang khas, sehingga di hari tertentu tenaga buruh libur, sementara kapal bisa datang kapan saja, operasional 24 jam. Sehingga ada perbedaan perlakuan di setiap daerah yang dampaknya menimbulkan keterlambatan barang.

“Kendala seperti itu dibutuhkan peran pemerintah daerah setempat sebagai kepanjangan tangan, juga untuk turut berpartisipasi dalam menggerakkan ekonomi,” beber Yahya.

Upaya pemerintah daerah, yang pertama, bisa dengan menggerakkan pengusaha lokal agar mendapatkan kemudahan izin administrasi, izin masuk ke aplikasi SITOLAUT.

“Untuk jadi JPT, shipper itu izinnya dari pemda setempat. Kedua, kebijakan fasilitas di pelabuhan, seperti menyediakan lahan kontainer, alat forklift, dan ketiga PT PELNI gencar melakukan MoU dengan pemerintah daerah, meyakinkan bahwa kita adalah pusat distributor,” pungkasnya. (cintaamalia/redaksi)

Visited 8 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *