Wakil Surabaya Bhayangkara FC U-13 Borong Gelar Soeratin U-13 Nasional di Jakarta

PAHLAWAN: Skuat Bhayangkara FC U-13 usai final, Selasa (29/3/2022) malam di Lapangan Rugby Kompleks Stadion GBK Senayan, Jakarta. (KS/IST)

Klik9.com – Pulang dengan kepala tegak. Begitulah gambaran perjuangan wakil Surabaya Bhayangkara FC U-13 yang telah berjuang keras meraih prestasi terbaik di kancah Soeratin U-13 2021/2022 Nasional, Selasa (29/3/2022) malam di Lapangan Rugby Kompleks Stadion GBK Senayan, Jakarta.

Perjalanan panjang mulai menjadi juara di tingkat Kota Surabaya Soeratin U-13 Askot PSSI Surabaya. Jalan terjal berikutnya pun juga dilalui usai juara tingkat Jawa Timur Soeratin U-13 Asprov PSSI Jatim di Kota Blitar. Sehingga berhak lolos ke tingkat nasional di Jakarta. Hingga puncaknya final melawan tuan rumah DKI Jakarta yang diwakili oleh AAB Asiana U-13.

Meski harus puas sebagai runner-up setelah ditaklukkan tuan rumah Asiana 1-2, namun klub yang bermarkas di Stadion Polda Jatim, Surabaya tersebut berhasil menyabet 2 gelar bergengsi individu, yakni top skor oleh Afreza Davino dan pemain terbaik oleh Jabir.

Jalannya pertandingan yang kickoff pukul 19.30 WIB itu berlangsung menarik. Kedua tim saling serang sepanjang 2×25 menit. Bhayangkara unggul terlebih dahulu menit 20′ lewat gol yang diciptakan oleh Afreza Davino setelah menerima assist Efandra Florasta, skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Baca Juga  Bhayangkara FC Lolos Semifinal Piala Soeratin U-17 2021 Jawa Timur usai Singkirkan 2-0 Persekap

Berganti di babak kedua Bhayangkara mendapat tekanan hebat dari pendukung tuan rumah juga kepemimpinan wasit. Alhasil, kebobolan di masa injury time menit 50’+3′ lewat kaki Hanif Sahregal, merubah kedudukan, 1-1. 

Bhayangkara yang bersiap merayakan gelar, sirna begitu saja. Lantaran tambahan waktu telah lewat, ditambah ada 3 pemainnya sedang dirawat di luar lapangan, sementara pertandingan dilanjutkan, sehingga menimbulkan lubang hingga tercipta gol balasan.

Pertandingan dilanjutkan babak tambahan 2×5 menit. Kali ini, konsentrasi Bhayangkara semakin menurun setelah situasi yang mengurus mental tersebut. Dan kembali kebobolan 60 detik jelang bubaran menit 59′ lewat gol yang dicetak oleh Rafa Irsyad.

Sesaat setelah pertandingan, kubu Bhayangkara didatangi oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bersama Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Coach Indra Sjafri untuk memberikan apresiasi. “Anak-anak Jatim bermain sangat bagus dan mempunyai potensi yang baik,” kata Iwan Bule sapaan Mochamad Iriawan.

Hal itu dibenarkan oleh Indra Sjafri. “Saya sangat apreasiasi permainan tim Jawa Timur (Bhayangkara FC U-13),” tukas mantan pelatih Evan Dimas Darmono ini membenarkan pernyataan Iwan Bule. 

Baca Juga  Nonton Bareng Tokoh Sepak Bola di Stadion, Direktur Unika Tatag Triwibowo: Pokoknya Siap Support Tim Surabaya!

Sementara itu, salah seorang wasit Liga-1 Indonesia yang enggan disebut namanya mengatakan, kalau ada dua pemain cidera boleh dirawat di dalam lapangan. “Tapi semua kembali sudut pandang wasit saat memimpin,” terangnya melalui Pesan Singkat, Rabu (30/3) malam.

Sedangkan Manajer Bhayangkara FC U-13 AKBP Zulham Effendy memuji penampilan skuatnya. “Permainan anak-anak luar biasa. Tempo permainan berlangsung tinggi dari menit awal. Jual beli serangan terus terjadi sepanjang laga,” tutur Wadir Krimsus Polda Jatim ini.

Dikatakan Zulham, timnya mampu unggul lebih dulu di babak pertama. Namun kecolongan gol di masa perpanjangan babak kedua karena kelelahan. “Faktor kelelahan sangat terlihat. Terbukti dari banyaknya pemain harus ditandu keluar karena kram. Dalam 10 hari kita harus bermain sebanyak 7 pertandingan,” dalihnya. 

Masih Zulham, itu (tingkat nasional) sehari setelah menyelesaikan putaran provinsi di Jawa Timur. “Mungkin ke depan alangka baiknya, jadwal kompetisi yang panjang ini bisa di-manage oleh PSSI dari tingkat kota hingga pusat dengan baik. Sehingga jadwal semua bisa berjalan serentak dan memikirkan kondisi para pemain tim-tim di Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga  Gubernur Jatim Khofifah Berikan Wejangan saat Buka Musorprov KONI Jawa Timur

Tetapi Zulham tetap mengapresiasi perjuangan tim besutan Aulia Tri Hartanto ini. “Catatan luar biasa sudah kami dapatkan. Dari tingkat kota sampai provinsi hingga nasional ini. Karena selain kita runner-up. Pemain kami terpilih menjadi best player dan top score Piala Soeratin U-13 Nasional,” tandasnya.

Terpisah Aulia, Pelatih Bhayangkara FC U-13 mengaku bersyukur atas capaian anak didiknya. Alhamdulillah, kemarin pertandingan sangat bagus, tim kami maupun tim lawan sama-sama menunjukkan memang tim yang layak masuk final,” ungkapnya setiba di Surabaya, Kamis (31/3) pagi.

Menurut mantan pemain Persebaya ini, dari segi permainan dia puas dengan permainan tim pasukannya. “Semua bisa maksimal dan bisa menjalankan sesuai instruksi saya. Meskipun dari hasil kita kalah 1-2, tapi memang keberuntungan yang belum kita dapat karena kecolongan detik akhir,” imbuhnya.

Walaupun demikian, Aulia mensyukuri masih mendapatkan gelar individu. “Dan Alhamdulillah anak-anak bisa mendapatkan penghargaan top skor dan pemain terbaik. Meskipun itu bukan target utama, tapi paling tidak dibuat kebanggaan untuk pemain itu sendiri,” pungkasnya. (red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.