Klik9Nine

Khazanah Khatulistiwa

SPORT

Nasib Getir Persida, Tanda Tanya Wajah Fair Play Liga 4 Jatim?

Liga 4 Jatim
JUARA GRUP: Pertandingan terakhir Persida lawan PSBI Blitar saat menjadi tuan rumah grup GG babak 32 besar Liga 4 Jatim di Std Jenggolo, Sidoarjo, Jumat (9/1/2026) sore. (KS/HARUN)

SIDOARJO, Klik9.com – Babak 16 Besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2025/26 resmi berakhir Jumat (23/1/2026) pekan lalu. Namun, kisah yang tertinggal dari grup KK bukan sekadar soal skor, melainkan cerita tentang nasib getir Persida Sidoarjo dan nasib baik PS Mojokerto Putra (PSMP) yang lahir dari perjuangan keras di tengah tekanan dugaan non-teknis tuan rumah.

Grup KK yang digelar di Stadion Jember Sport Garden dihuni tuan rumah Persid Jember, Perseba Bangkalan, PSMP, dan Persida. Sejak laga awal, atmosfer kompetisi disebut-sebut sarat kontroversi, terutama dalam pertandingan yang melibatkan tim tuan rumah. Sejumlah potong video juga sempat viral di sosial media.

Persida berkat status juara grup babak 32 besar, dengan poin sempurna ‘gagal menjadi tuan rumah’, juga turut memanaskan suasana jelang pertandingan perdana. Terlebih pengurus asprov yang dihubungi terkesan saling lempar soal penunjukan tuan rumah. 

Baca Juga  Direktur Unika Tatag Triwibowo Saksikan Legenda Persebaya Seleksi Bajul Ijo U-17 Soeratin

Terbukti, pada laga pembukaan hari Senin, 19 Januari 2026, Persida Sidoarjo harus mengakui kemenangan Persid Jember dengan skor 1–2. Namun kekalahan itu tak berhenti di atas lapangan. Bus yang ditumpangi pemain dan ofisial Persida dilaporkan dilempari suporter dalam perjalanan kembali ke hotel, meski Persid sudah memastikan kemenangan.

“Dengan kondisi non-teknis seperti itu, Persid Jember akhirnya tidak terkalahkan dari tiga pertandingan dan keluar sebagai juara grup,” ujar Wakil Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Yahdar Umar Balhamar, Sabtu (24/1) lalu.

Nasib serupa juga dialami PSMP. Melalui CEO-nya, Raja Siahaan menyebut timnya juga merasakan kepemimpinan wasit yang menurutnya ‘tidak adil’ saat menghadapi Persid. Hasil dua laga PSMP, bermain imbang 0-0 kontra Perseba, dan kalah tipis 1–2 dari tuan rumah Persid.

Baca Juga  Lanjutan Soeratin U-15 Piala Wali Kota Surabaya, Bintang Angkasa Tahan Gators

“Sejak awal pertandingan, kami merasa dikerjai. Banyak keputusan wasit yang merugikan,” ujar Raja.

Namun, di tengah tekanan dan situasi yang tidak ideal itu, PSMP justru menemukan jalan. Pada pertandingan terakhir penyisihan grup, PSMP menghadapi Persida dalam laga hidup-mati. Meski harus bertanding dengan 10 pemain sejak menit 33’, PSMP tampil pantang menyerah, hingga berhasil menundukkan Laskar Jenggolo dengan kemenangan tipis 2–1.

Hasil itu menjadi titik balik. PSMP finish sebagai runner-up grup KK, mengunci tiket 8 besar, menemani juara grup Persid Jember yang bermain imbang 0-0 versus Perseba Bangkalan.

Bagi PSMP, kelolosan ini menjadi simbol ketahanan mental dan keberuntungan yang berpihak pada tim yang bertahan hingga akhir. Sebaliknya, bagi Persida, kompetisi ini meninggalkan kisah pahit, tersingkir lebih awal, diwarnai kekalahan, tekanan dugaan ‘non-teknis’, hingga insiden di luar lapangan.

Baca Juga  Bhayangkara FC Juara Soeratin U-17, Hartono: Saya Didukung Manajemen Bagus

“Ini bukan hanya soal hasil, tapi juga soal bagaimana kompetisi dijalankan,” pungkas Raja Siahaan, yang juga disebut sebagai calon tunggal Ketua Asprov PSSI Jawa Timur.

Pada akhirnya, babak 16 besar telah usai. PSMP melangkah ke fase berikutnya dengan harapan baru. Sementara Persida harus pulang dengan luka dan tanda tanya besar tentang wajah fair play di Liga 4 Jawa Timur?. (*/ags/red)

Editor : Harun Effendy

Visited 63 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *