
SURABAYA (K9) – Tidak adanya sejumlah pemain kunci, tak mengurangi kualitas tanding Bajul Ijo U-17 Soeratin, Minggu (13/8/2023) pagi di lapangan Pelayaran Gunung Anyar.
Hal itu, tampak pada hasil pertandingan uji coba tim yang disupport Auto Unika Mekanik ini melawan El Faza anggota kompetisi Liga Persebaya senior.
Wasit mengeluarkan satu kartu merah untuk tim tamu, dan masing-masing tim satu kartu kuning.
Kartu merah ditunjukkan kepada pemain El Faza. Yakni melakukan tendangan ala ‘kungfu’ tepat di dada pemain Bajul Ijo asal Pelindo.
Nata yang masih berusia belum genap 16 tahun itu, sempat mengerang kesakitan sembari memegangi dadanya.
Kala itu, pemain mungil nan lincah itu, baru saja menerima operan bola datar.
Sayang, pemain lawan bukannya berupaya merebut bola di bawah, justru melayangkan tendangan ke dada.
Sempat melakukan perawatan medis sekitar 10 menit di lapangan. Hingga akhirnya bisa bangkit perlahan dan lanjut menerima perawatan di luar.
“Alhamdulillah kondisi baik,” ucap singkat melalui WhatsApp orang tua pemain setibanya di rumah.
Tak hanya itu, Habibi pemain seleksi asal Jombang juga mengalami perlakuan serupa.
Pahanya di sela kemaluan mengalami cidera dan harus meninggalkan lapangan. Ini setelah masuk lutut lawan saat mendribel bola di sisi sayap kanan.
Meski tersisa beberapa pemain lawas, namun pemain-pemain seleksi Bajul Ijo tak bisa anggap remeh. Khas Suroboyo ngeyel dan ngotot.
Tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama lewat tembakan keras pemain asal Pasuruan, Cahyo menit 15.
Tembakannya berbelok meluncur deras usai menyentuh kepala pemain bertahan El Faza.
Sedangkan gol kedua, hasil skema apik. Berawal sepak pojok bek kiri Riki eks EPA Persebaya.
Bola menuju tiang dua, sukses sambut Ronald yang sekali sentuh menyodorkan bola ke belakang tengah gawang.
Bola datar langsung sambar Raditya menit 23 dengan keras. Sedangkan pemain lawan hanya bisa terpaku.
Permainan cepat menjurus ke gawang tampak merepotkan tim tamu. Sehingga belakangan menerapkan permainan keras.
Puncaknya menit ke-80 wasit terpaksa menghentikan permainan. Setelah hampir terjadi keributan lebih jauh.
Bajul Ijo sendiri tidak perkuat pemain yang biasanya starting. Pasalnya sebagian terjaring tim EPA Liga 1.
Saat konfirmasi ke Asprov PSSI Jatim, bahwa jadwal Soeratin belum ketahui kapan bergulir. “Belum tahu,” ucap singkat sumber melalui Pesan WhatsApp, Minggu malam. (red)







