
SURABAYA, Klik9.com – Pengurus DPD Paguyuban Artis Musik Keroncong Indonesia (Pamori) Kota Surabaya melakukan audiensi dengan pemerintah kota, Rabu (23/8/2023) pagi di ruang rapat sekda Balai Kota Surabaya.
Kepala Disbudporapar Wiwiek Widayati mewakili pemerintah kota menemui langsung pengurus inti Pamori Surabaya, di antaranya Pembina Tatag Triwibowo, Ketua Mulyadi bersama wakilnya Edi Setyono beserta pengurus lainnya.
Audiensi berlangsung gayeng selama kurang lebih satu jam mulai pukul 09.00 WIB. Suasana makin riuh kala satu ruangan menyanyikan satu tembang keroncong “Rek ayo Rek” karya Is Haryanto.
Sesaat setelah audiensi, Wiwiek Widayati mengatakan, bahwa pihaknya mendapat mandatori untuk melakukan pengoptimalan kemajuan kebudayaan.Â
“Ya saya pikir ini tidak menjadi tugas dari pemerintah saja, tapi juga bagaimana kita bisa merangkul bergotong royong bekerja sama dengan unsur-unsur yang lain.”
“Dan Pamori ini satu paguyuban yang memiliki kepedulian yang besar terhadap musik keroncong menjadi bagian yang tidak bisa terabaikan,” katanya.
Wiwiek yakin potensi Pamori ini juga bisa menjadi bagian penting bersama pemerintah untuk melakukan kemajuan kebudayaan di Surabaya khususnya.
Oleh karena itu, ketika Pamori menyampaikan beberapa poin-poin yang bisa kolaborasikan atau bagaimana program Pamori ini menjadi bagian yang bisa sinergikan dengan program-program pemerintah skala kota, ia berpikir itu luar biasa.
“Jadi itu bisa kita tindaklanjuti, bisa kita optimalkan bersama-sama,” timpalnya.
Wiwiek juga menyampaikan, bahwa Pamori adalah salah satu paguyuban seni yang ada di Kota Surabaya. Kalau dengan paguyuban lain, pemkot sudah merangkul dan sebagainya. Ini nanti bisa sinergikan.
“Saya yakin anggota Pamori itu sudah terfasilitasi, bisa jadi kan? Ada 35 kelompok. Ini kan parsial-parsial. Nah ternyata yang parsial ini ternyata sudah terfasilitasi. Sebenarnya sudah nyata, tapi kita nggak tahu kalau ternyata ini anggotanya Pamori,” tuturnya.
Tadi, juga Pamori sampaikan agar ikatan lidi-lidi ini semakin kencang, tertib, barangkali Pamori juga mendapatkan report, imbuh Wiwiek Widayati.
Dalam kesempatan itu, Mulyadi Ketua Pamori Surabaya berkaitan audiensi ini menyampaikan agenda ke depannya selaku wadah satu-satunya seniman musik keroncong. Untuk berkiprah, berkontribusi kepada instansi terkait, yakni disbudporapar.
“Harapan kami ke depan, dengan adanya Pamori ini bisa kembali menghadirkan seniman-seniman keroncong di hadapan masyarakat, wisatawan asing maupun lokal, domestik. Jadi, keroncong biar bergema di mana-mana, begitu,” jelasnya.
Menanggapi kelompok-kelompok keroncong yang terlanjur manggung bareng event pemerintah tanpa sepengetahuan Pamori, Mulyadi menegaskan bahwa hal-hal seperti inilah yang harus meluruskan.Â
“Jadi Pamori yang sudah notabene akta pendirian salah satunya, sudah paguyuban sejak 1983 dari tahun ke tahun, terus berkontribusi untuk dinas pariwisata.”
“Intinya begini, jadi seluruh kegiatan perkeroncongan yang ada di Surabaya ini, Pamori lah selaku motor penggerak seniman-seniwati keroncong seluruh Kota Surabaya,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta kepada disbudporapar agar selalu berkoordinasi dengan Pamori. Sehingga grup-grup keroncong yang ada di Surabaya lebih terorganisir.
Langkah Pamori dalam menertibkan anggota agar lebih tertib ke depannya, yakni menyampaikan sosialisasi hasil dari audiensi dengan pemerintah kota ini.
Kemudian melakukan pendataan ulang grup-grup keroncong yang ada di Surabaya, baik di kalangan pendidikan maupun umum.
Untuk anggota yang indispliner, sejauh ini belum ada sanksi. Tetapi sifatnya bagaimana menciptakan sesuatu yang kondusif.
Menurutnya, tujuan Pamori sudah jelas, untuk festival, parade, tujuannya untuk mengembangkan, melestarikan seni budaya.
“Jadi jangan sampai ada lagi yang loncat-loncat mencari ini itu. Ini langkah Pamori bergerak fleksibel, dan netral. Tidak ada tebang pilih salah satu grup di Surabaya ini.”
“Itu harapan saya, monggo segenap seniman keroncong di Surabaya ini kita satu padukan, kita wujudkan kesatuan dan persatuan mewujudkan cita-cita bangsa lewat seni budaya keroncong Indonesia,” tukasnya.
Sosialisasi dengan anggota akan terlaksana dalam waktu dekat setelah pertemuan lanjutan dengan pihak terkait. Terutama arahan tambahan dari pemerintah kota.
“Jadi memang harus open terkait program-program yang ada di Kota Surabaya, semua grup harus kebagian tampil, semua harus berkreativitas,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia akan segera mengundang seniman-seniwati keroncong baik umum maupun di tingkat pendidikan, kampus-kampus yang ada, khususnya Unair, Unesa.
“Harus kita berikan sosialisasi, bahwa Pamori ini satu wadah untuk kesenian budaya keroncong Indonesia,” tandasnya.
Di bagian lain, Tatag Triwibowo Pembina Pamori Kota Surabaya menyatakan, bahwa sangat support apa yang menjadi kegiatan Pamori.
Dikatakan Direktur Auto Unika Mekanik ini, bahwa dalam waktu dekat, di mana disbudporapar juga mendukung banget, masih berjalan juga.
“Nanti dalam waktu dekat dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, menggelar festival untuk semua kalangan di salah satu Gedung Pemuda. Kita agendakan lah dalam waktu dekat ini, itu saja,” ucap singkat Manajer tim Bajul Ijo U-17 ini. (har)








