Pemkot Batu Bawa Media Tinjau Hasil Promosi Wisata Magelang di Tengah Pendemi Covid-19

Media
MEDIA: Kabag Humas Pemkot Batu Santi Retnoningsasi (kanan) menyaksikan Chairul Syarif Tartila serah terima cinderamata dengan Asfuri Muhsis di Pendopo Kabupaten, Selasa (27/10/2020) pagi. (BM/HARUN)

MAGELANG (BM) – Humas Pemkot Batu beserta awak media yang bertugas di lingkungan pemerintahan Kota Batu melakukan Studi Banding Peningkatan Kapasitas Kehumasan bagi Awak Media ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rombongan tiba di Pendopo Pemkab Magelang, Selasa (27/10/2020) pagi.

Di Pendopo, rombongan Pemkot Batu dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Kota Batu Chairul Syarif Tartila dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis.

Chairul, sapaannya, mengungkapkan maksud dan tujuan Pemkot membawa awak media ke Magelang, yakni untuk menambah wawasan dan memperluas pengetahuan bagi wartawan yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur.

“Kalau ada hal-hal positif terkait publikasi di Pemkab Magelang, bisa dijadikan referensi di Pemkot Batu seperti uji kompetensi wartawan di Magelang itu seperti apa, pola kerja samanya bagaimana, dan sebagainya,” katanya usai acara ramah tamah.

Baca Juga  Ditunjuk Presiden Jadi Mensos, Wali Kota Risma: Terima Kasih Warga Surabaya

Masih Chairul, wartawan itu mitra yang telah berkontribusi positif kepada pemerintah bahwa kemajuan yang dicapai Pemkot Batu selama ini juga tidak luput dari peran media.

“Tak terbatas hanya di bidang pertanian dan pariwisata, tetapi dalam sektor-sektor lainnya, wartawan (di lingkungan Pemkot Batu,red-) juga sudah melaksanakan fungsi jurnalis secara profesional,” timpalnya.

Untuk itu, ia mempertegas sekali lagi bahwa tujuan mengajak serta awak media ke Kabupaten Magelang agar dapat menambah pengetahuan salah satu fungsinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait proses penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini dijadwalkan tanggal 26-29 Oktober. Dan selama di Magelang, rombongan Pemkot Batu juga mengunjungi obyek wisata Borobudur dan wahana arung jeram di Sungai Elo.

“Kami datang dari salah satu kota terkecil di Jawa Timur, dengan luasan hanya sekitar 28 hektar dan terbagi dalam tiga kecamatan. Jumlah penduduk kami hanya ada sekitar 240 ribu jiwa. Selain itu juga termuda di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, karena baru berdiri tahun 2001 atau baru 19 tahun. Ibarat manusia, saat ini kami baru menuju dewasa,” ucap Chairil.

Baca Juga  Bebek Bungkus Mangrove Saksi Bisu Ketua Aliansi Wartawan Surabaya Martudji Terpilih Secara Aklamasi

Saat ini, lanjut Chairul, unggulan di Pemkot Batu adalah sektor pariwisata dan pertanian.

“Di tempat kami ada 19 desa dan lima kelurahan. Komitmen kami untuk mempertahankan sektor pertanian sebagai sektor utama penghasil PAD. Kedatangan kami ke sini, untuk belajar dengan Kabupaten Magelang yang secara usia lebih senior dan secara geografis juga tidak jauh berbeda dengan daerah kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Asfuri Muhsis menyambut baik kunjungan ini dan berharap rombongan Kota bisa tinggal lebih lama di Magelang.

“Kami sering mengadakan kegiatan bersama teman-teman media. Bagaimana pun, silaturahmi baik dengan media dan siapapun, harus terus dijalin. Program sebagus apapun kalau tidak diberitakan media, juga percuma saja. Makanya kegiatan seperti ini, harus diteruskan,” tutur Asfuri, sapaannya.

Baca Juga  KPK Geledah Kantor Disparta Dan PUPR Kota Batu

Selain itu, Asfuri juga memaparkan panjang lebar potensi wisata di Magelang khususnya sejumlah pegunungan yang mengelilingi wilayahnya.

“Kami punya wisata bagus diakui wisatawan asing. Dengan pemerataan pembangunan wisata itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat berupa jualan aksesoris, jasa wisata, bisnis kuliner dan sebagainya,” tambahnya.

Namun selama pandemi Covid-19 ini dirinya mengaku kalau ada penurunan hampir 75 persen kunjungan wisata. Untuk itu, dalam melakukan promosi, Pemkab melakukan kerja sama dengan PWI setempat dalam publikasi.

“Wisatawan ke Magelang 80 % didominasi domestik, sisanya asing. Namun pandemi membuat kunjungan di Magelang turun hampir 75 persen,” pungkasnya. (run)

 93 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *