Disparta Kota Batu Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Kualitas SDM Pengelola Penginapan

Disparta

Pembekalan SDM pengelola penginapan di Hotel Kartika Wijaya, Jl. Panglima Sudirman, Kota Batu, Kamis (12/11/2020) sore. (BM/IST) di t

BATU (bebekmangrove.com) – Sebanyak 60 pengelola homestay, vila, dan hotel non bintang (melati) mendapatkan pembekalan dari Pemkot Batu melalui Disparta Kota Batu di Hotel Kartika Wijaya, Jl Panglima Sudirman, Kota Batu, Kamis (12/11/2020) sore.

Pembekalan dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan percepatan pemulihan ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi jasa akomodasi non bintang. 

Dari pembekalan ini diharapkan ke dep5tan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sarana prasarana, manajemen, standar operasional prosedur (SOP), performa dan sebagainya agar tidak kalah dengan hotel berbintang.

Menurut Kepala Disparta Arief As Siddiq mengatakan bahwa acara ini merupakan keinginan Bu Wali Kota agar pelaku usaha bisa memiliki daya saing dalam melayani pengunjung atau wisatawan sehingga bisa jadi salah satu pilihan. 

Baca Juga  LDP Raja kembali Dipercaya Pemkab Blitar untuk Mengisi Materi Pelatihan Koperasi Syariah

“Misalnya pelayanan, manajemen, pemasaran memanfaatkan teknologi, performa kamar, dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu, Disparta mengundang para pakar perhotelan sebagai narasumber, di antaranya general manager (GM) hotel berbintang, serta dari perwakilan Lembaga Profesi Global (LPG). 

“Selain ilmu, mereka juga bakal dapat sertifikat. Harapannya, nanti pengalaman ini bisa diimplementasikan untuk melayani pengunjung agar bisa laku keras, diminati,” imbuhnya. 

Arief sendiri mentargetkan pada semester pertama tahun 2021 sekitar 212 pelaku akomodasi yang mendapatkan pembekalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko berharap setelah mendapatkan pembekalan tersebut, pelaku jasa akomodasi memiliki standar pelayanan bagi tamu seperti kebersihan halaman, kamar mandi hingga dapur agar tamu nyaman dan mau kembali ke penginapan itu.

Baca Juga  Alhamdulillah, Keluarga Slamet Widodo Akhirnya Bersedia Pindah ke Rumah yang Lebih Layak

“Meskipun hotel kecil, tapi bersih dan nyaman, tamu akan senang. Dengan pelatihan ini jadi sebuah semangat pengelola homestay, losmen, dan hotel non bintang untuk bisa berlomba-lomba memberikan yang terbaik bagi tamu,” tukas Wali Kota Dewanti. 

Kemudian, supaya pelaku jasa akomodasi non bintang bisa bertahan, maka Pemkot Batu juga telah melakukan moratorium terkait pembangunan hotel baru di bawah bintang tiga. Sebab Karena Bude, sapaannya, tidak ingin kalau homestay kalah dengan hotel baru maupun hotel berbintang. 

“Agar tidak tergerus dengan zaman, saya juga meminta agar ada peningkatan sarpras dan memanfaatkan teknologi untuk promosi supaya bisa maksimal,” tegasnya. 

Baca Juga  Banjir Ikan Beranak, Lapak Warkop Bebek Mangrove Ramai Pengunjung

Terpisah, Humas Batu Homestay Assocoation (BAHAS) Diah Laksmi Dwi Pratiwi menerangkan bahwa saat ini ada ribuan homestay di Kota Batu. Namun yang masuk dalam anggota BAHAS masih ada sekitar 3000 anggota.

“Nanti pelaku jasa homestay bisa mengikuti aturan yang ada. Mulai dari standarisasi sewa, pelayanan, hingga membayar pajak untuk peningkatan PAD. Dengan adanya BAHAS yang memiliki dasar hukum dan akte kami ingin ada standarisasi,” urainya.

Pihaknya tak lupa, juga berterima kasih kepada Pemkot Batu dengan adanya kegiatan peningkatan SDM ini. “Karena dengan begitu pelaku jasa akomodasi diperhatikan pemerintah, apalagi jasa homestay mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (*/run)

 95 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *