Didukung Unika, Perkumpulan SGM Gabur Ratusan Merpati Pos Se Jawa Timur di Ancol Jakarta

REGISTRASI: Para peserta sedang melaporkan merpatinya untuk dilakukan cap dan penomoran, Kamis (11/11/2021) malam di lahan sekitaran Masjid Al Akbar, Surabaya. (KLIK9/HARUN)

KLIK9.COM – Perkumpulan Surabaya Sidoarjo SGM Merpati Pos didukung Anugrah Unika Mekanik (Unika) melakukan gabur (lepas,red) bareng ratusan merpati pos dari 168 kandang 19 kabupaten/kota se Jawa Timur di inkrof (titik lepas) Ancol, Jakarta, Sabtu (13/11/2021) pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Ratusan merpati pos ini sebelumnya, Kamis (11/11) malam telah melakukan basketing (registrasi,red) di sebuah lahan milik PT Surabaya Lingkar Mas, sekitaran jalan keluar masuk TOL Masjid Al Akbar, Surabaya.

Mulai pukul 18.00-22.00 para peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur itu terus berdatangan membawa merpati pos mereka untuk dilakukan pendataan, berupa pemberian nomor, stiker hingga cap stempel di sayap.

Baca Juga  Ini Tampilan dan Cara Kerja Alat Pancing dari Bekas Botol Larutan

Yogi, salah satu peserta asal Driyorejo, Gresik mengungkapkan perasaan senang bisa partisipasi meski hanya menerbangkan satu ekor merpati pos. “Merpati saya pindahan dari kandang di Wiyung, Surabaya. Bismillah insyaallah prestasi,” ucapnya.

Sementara itu, peserta lain asal Jombang, Jack New mengatakan bahwa untuk mengikuti kejuaraan ini, ia sudah melakukan persiapan latihan. “Saya kirim dua ekor, yang satunya pakai jalur prestasi, sehingga gratis registrasi,” tuturnya.

Uston Hadi, panitia pelaksana mengatakan, untuk merpati pos yang prestasi sebelumnya memang tidak ditarik biaya sebagai bentuk apresiasi. “Biaya pendaftaran peserta ring Jatim Rp50 ribu, kalau di luar itu Rp150 ribu,” kata pria yang juga penghobi futsal ini.

Baca Juga  Jangan Lewatkan! Pemkot Surabaya Gelar Surabaya Vaganza di Akhir Pekan ini

Bukti data prestasi merpati pos sebelumnya bisa dicek di sebuah aplikasi yang dapat diunduh pada ponsel.

Mumu, dosen asal Kediri yang juga panitia menjelaskan, setelah basketing, merpati dimasukkan dondang (keranjang merpati) lalu dipindahkan ke sangkar persegi raksasa yang sudah diangkat mobil (pick up) bagasi terbuka.

“Ini (sangkar) disegel tiap kamarnya, lalu kalau malam diberi minum, kalau pagi dikasih sarapan umumnya, kacang-kacangan dan beras merah,” kata Mumu yang mengaku bagian regulasi ini.

Dalam kesempatan itu, conveyor (petugas pengantar) merpati ke Ancol, Rizki bercerita suka-duka menjadi tukang antar ke titik pelepasan.

Baca Juga  Gelar Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional, Pemkot Berharap Panahan Berjaya hingga ke Kancah Internasional

“Saya berdua sama rekan, dalam perjalanan ke inkrof berusaha agar merpati tetap fit dan sehat. Memberi makan dan minum, juga istirahat,” terangnya.

Terpantau hadir belakangan, ketua panitia, Pak Fay menyambut baik terselenggaranya ajang drag race merpati pos se Jatim yang didukung penuh Unika tersebut.

“Alhamdulillah ini sudah digadang-gadang. Ini saya bawa 16 ekor juga ada titipan peserta dari luar Jawa Timur, ada dari Bali juga. Saya apresiasi kepada Pak Tatag (Direktur Unika) atas support materi dan non materi. Semoga Allah balas pahala yang banyak,” tukas warga Kutisari ini. (haruneffendy)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.