Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Pemkot Lakukan Pemutakhiran Wahana Rekreasi

WAHANA SELUNCURAN: Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti, Minggu (8/5/2022) di lokasi kolam renang Kenpark, Kenjeran, Surabaya. (KS/IST)

SURABAYA, Klik9.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar dapat menciptakan dan membangun kepercayaan publik bahwa berwisata di Surabaya itu aman, Minggu (8/5/2022) siang di Surabaya.

“Sektor wisata itu menumbuhkan sektor ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Maka upaya pemulihan ekonomi harusnya dengan memperkuat keamanan kenyamanan destinasi wisata di Surabaya, semua pihak agar dukung ini,” tutur Reni Astuti.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mendorong pemerintah kota untuk melakukan pemutakhiran kelayakan alat permainan di seluruh wahana rekreasi yang ada di Surabaya.

Selanjutnya, legislator PKS itu juga memberi perhatian sekaligus mendorong pemkot melakukan langkah cepat. “Adapun hal ini perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi, agar kejadian yang terjadi, yang menyedihkan itu, tidak terulang ya, di tempat wisata yang lain, yang ada di Surabaya,” ucapnya.

Baca Juga  Rayakan HUT RI Ke-76, Unika Gelar Lomba Balap Merpati Kentong di Gubeng Masjid dan Klingsingan

Saat memberikan keterangan, Pimpinan DPRD Surabaya ini juga menyinggung soal kewajiban Pemkot merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan.

“Jika kita melihat Perda 23/2012 tentang kepariwisataan, di sana diatur, di pasal 21, pemerintah daerah memiliki kewajiban menyediakan dan memberikan informasi kepariwisataan, perlindungan hukum, keamanan dan kenyamanan serta keselamatan wisatawan,” terangnya.

Oleh karenanya, lanjut Reni, pemerintah kota dalam hal ini mempunyai tanggung jawab untuk melakukan fungsi pembinaan dan fungsi pengawasan. “Dan sebagai bentuk fungsi pembinaan dan fungsi pengawasan maka Pemkot harus memastikan bahwa seluruh area bermain yang ada di Kota Surabaya dalam kondisi layak pakai dan aman,” tambahnya.

Baca Juga  Genjot Investasi, Bahlil Bertemu Trio Kepala Daerah di Surabaya

Lebih khusus, sambung Reni, sebagian besar pengunjung adalah anak-anak. Sebab, hal demikian demi menghindarkan trauma pada anak. “Ini juga sebagai upaya memperkuat Surabaya sebagai kota ramah anak, kota layak anak,” ujarnya.

Reni juga menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2012, Pasal 20 ayat (1) menyatakan bahwa setiap tempat sudah mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) dan diatur, bahwa jika terjadi perubahan kondisi perlu dilakukan pemutakhiran tanda daftar usaha pariwisata.

Nah, di dalam mendapatkan tanda daftar usaha pariwisata ini, salah satu syaratnya adalah adanya kelayakan sarana prasarana wisata tersebut, sehingga kemudian keluarlah tanda daftar usaha pariwisata itu,” ungkapnya.

Menurut Reni, kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama, sebab selama 2 tahun terkahir akibat pandemi, beberapa tempat wisata tidak terpakai dan tidak beroperasi secara optimal.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Permudah Perizinan SIUP bagi Pemilik Usaha Warung Kopi

Karenanya, pimpinan dewan ini meminta, agar harus dipastikan kelayakan lantaran pemutakhiran kelayakan sarana prasarana termasuk alat permainan menjadi hal yang urgent untuk saat ini.

“Oleh karena itu, dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, perlu segera mengumpulkan para pengelola, dan segera meminta, agar tempat rekreasi dilakukan pemutakhiran uji kelayakan, dengan menggunakan pijakan regulasi terkini, yang diatur di dalam peraturan pemerintah terbaru, selanjutnya produk hukum daerah, agar segera disesuaikan,” tutupnya.

Reni Astuti mengeluarkan pernyataan tersebut, pasca terjadinya insiden ambrolnya wahana seluncuran pemandian air Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Sabtu (7/5) kemarin. 

Begitu mengetahui kabar tersebut, Reni bergegas langsung membesuk para korban di RSUD Dr Soewandhi, Surabaya. Ia pun turut memberikan respon atas peristiwa yang mencederai 16 orang, yang didominasi anak-anak itu. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.