Eri Cahyadi Janji Gunakan 10 Triliun untuk Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan Gratis

Eri Cahyadi
KAMPANYE: Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sedang berorasi di hadapan konstituennya di Balai RW 09 Klampis Aji, Sabtu (10/10/2020) pagi. (BM/HARUN)

SURABAYA (BM) – Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkesempatan menyapa konstituennya dalam rangka kampanye politik di Balai RW 09 Klampis Aji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (10/10/2020) pagi. Di komplek kaveling perumahan itu mantan Kepala Bappeko bermaksud menjaring aspirasi warga.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua RT 01 Mulyadi turut mendoakan agar Eri Cahyadi terpilih menjadi wali kota Surabaya. Alasannya, karena selama ini perbaikan fasum di wilayahnya sudah sering dibantu oleh Pemkot Surabaya melalui Bappeko.

“Selanjutnya, ke depan kami minta perbaikan saluran air dan jalan, karena kalau hujan ada genangan air, banjir di depan Polsek Sukolilo. Lalu pavingisasi sekitar balai RW, sebab ketempatan TPS tanggal (9/12) nanti. Juga bantuan gerobak sampah yang rusak,” cercah Mulyadi.

Warga lain yang tidak menyebutkan namanya, melontarkan pertanyaan berbobot, yakni mau dibawa kemana Surabaya ke depan?

Menanggapi aspirasi Ketua RT 01 Mulyadi, pasangan calon bernomor urut 1 bersama Armudji ini dengan enteng menjawab kalau perbaikan di wilayah Klampis Aji ini sudah masuk Musrenbang anggaran 2020.

Baca Juga  Quick Count, Eri Cahyadi Armuji Unggul Di 3 Lembaga Survei

“Silahkan ditanyakan ke Pemkot (Surabaya). Karena waktu itu (masih Kepala Bappeko) perencanaannya ada di saya. Nanti kalau saya yang tanya, takutnya kena marah. Duduk wong pemkot kok takok (bukan orang pemkot kok tanya),” kelakar Eri Cahyadi.

Lebih jauh, Eri mengatakan, sampai (anggaran) berobat itu sudah masuk Musrenbang hingga tahun 2021, namun mungkin masih ketarik untuk penanganan Covid-19 sehingga ada keterlambatan.

“Alhamdulillah berkat partisipasi panjenengan, Surabaya mulai (zona,red.-) kuning sehingga pekerjaan sudah bisa dilakukan meski dilakukan terbatas. Semoga anggaran yang tadinya untuk Covid-19 bisa kita tarik kembali tahun ini ke Musrenbang,” timpalnya.

Berikutnya, menjawab tantangan masa depan Surabaya dibawa kemana? Eri Cahyadi memaparkan bahwa Surabaya ini sudah hebat, bukan lagi maju.

“Orang-orang luar negeri kalau saya jemput, mereka bilang Surabaya ini sudah berubah total, dari zaman Pak Bambang DH sampai Bu Risma. Kalau lewat Raya Darmo, mereka selalu mengatakan kayak di dalam hutan,” ungkapnya.

Masih Eri Cahyadi, karena itu Surabaya ke depan harus menjadi lebih baik lagi, meneruskan kebaikan. “Kalau boleh saya bilang, Surabaya ini harus bisa menjadi kota ramah anak, ramah pendidikan, ramah toleransinya,” imbuhnya.

Baca Juga  Selesaikan Persoalan Adendum Tahun 1984 Silam, Wali Kota Risma Bersama Kejaksaan Berhasil Selamatkan Aset Senilai Rp121 Miliar

Ia berharap, karena anggaran kota Surabaya itu Rp 10 triliun, kemudian infrastrukturnya sudah banyak yang selesai, sehingga akan digunakan untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) seperti mengatasi pengangguran.

Untuk itu, dirinya ingin melibatkan semua stakeholder seperti perguruan tinggi, hingga ketua RT/RW menjadi bagian pembangunan kota Surabaya ke depan.

“Pemimpin sejati itu bukan wali kota, tetapi ketua RT/RW, LPMK dan kader yang mempunyai tanggung jawab dan tugas berat. Kalau wali kota hanya jabatan penyambung lidah untuk memasukkan anggaran saja,” terangnya.

Berbicara ramah pendidikan, Eri Cahyadi berjanji memberikan beasiswa mulai SD sampai SMA. “Untuk SMA karena ikut provinsi, maka bentuknya bukan Bopda tapi istilahnya beasiswa. Nanti akan ada hibah ke provinsi yang digunakan untuk anak-anak Surabaya yang masuk SMA,” tuturnya.

Selain itu, juga ada beasiswa bagi anak-anak yang lulus SMA. Sekitar 5112 anak sudah diberikan beasiswa, ada yang sudah jadi pilot, pegawai bank, dan lain-lain.

Baca Juga  Pemkot Surabaya akan Lakukan Asesmen Tiap Tahapan Pilkada untuk Cegah Klaster Pilkada

“Jadi kalau ada anak yang membutuhkan itu bisa mengajukan ke Pemkot Surabaya. Dan anggarannya sudah lebih-lebih. Karena konsentrasi Bu Risma sudah ke pembangunan SDM, sebab untuk infrastruktur sudah selesai,” ucapnya.

Sekali lagi, Eri mengingatkan kepada tokoh masyarakat di lingkungan perumahan. “Fainsya Allah, kulo titip njenengan yang seperti ini (beasiswa) tolong dimanfaatkan Pak RW. Kalau ada warganya yang belum tahu segera disampaikan untuk minta ke pemerintah kota. Karena itulah yang menjadi amal jariyah kita,” pungkasnya.

Terpisah, Relawan Erji (Eri – Armudji) Erwin optimis, kalau di wilayah Klampis Aji bakal menang hingga 80 persen suara untuk kemenangan pasangan Erji.

“Selama ini untuk pengajuan perbaikan-perbaikan di Klampis Aji itu dibantu teman-teman PDI Perjuangan, aku yakin pasti menang 70 – 80 %. Apalagi di sini banyak dosen ITS yang notabene Pak Eri alumni ITS,” tegas mantan anggota dewan ini. (run)

1 thought on “Eri Cahyadi Janji Gunakan 10 Triliun untuk Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *