Datangi Polda Metro Jaya, PKP Indonesia Komitmen Berikan Bantuan Hukum Korban Teror Pinjaman Online

Klik9.Com, Jakarta – Prihatin terhadap para korban teror pinjaman online (Pinjol) khususnya dialami kaum perempuan, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia berkomitmen untuk melakukan pendampingan hukum.

Langkah konkret PKP Indonesia, yakni membantu para korban teror Pinjol melapor ke pihak kepolisian, dalam hal ini membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Plt Ketua Umum PKP Indonesia, Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dirinya dibantu Plt Sekjen PKP Indonesia, Takudaeng Parawansa bersama partai yang dipimpinnya, akan terus melayani masyarakat khususnya terkait teror-teror pinjaman online.

“Alhamdulillah, kemarin kita sudah mendampingi salah satu korban melapor ke Polda Metro Jaya, dan kami apresiasi Polri yang mau menerima pengaduan teror Pinjol,” katanya saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (11/5/2021) siang.

Baca Juga  Target Lolos Verifikasi Faktual 2022, DPP PKPI Jawa Timur Perkuat Internal Partai hingga Tingkat Desa/Kelurahan

Masih Kalijaga, ia berjanji akan terus melakukan pendampingan korban teror Pinjol tersebut. “Hari ini, kami juga membuat laporan korban teror Pinjol lainnya. Saya akan terus gaungkan, dan saya juga akan laporkan kepada Bapak Presiden Joko Widodo,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu, di Polda Metro Jaya, Keke, sapaan lekat Takudaeng Parawansa menegaskan bahwa bersama jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Indonesia, pihaknya akan terus mengawal para korban teror Pinjol.

“Bersama Nikita Mirzani, kami lakukan jumpa pers, dan beliau men-support agar perempuan Indonesia jangan jadi korban penipuan Pinjol,” terang Keke.

Baca Juga  Gandeng Kejaksaan Negeri, Pemkot Surabaya Tanamkan Nilai Anti Korupsi pada Pelajar

Lanjut Keke, kalau Nikita sangat menyayangkan pihak-pihak Pinjol yang melakukan kekerasan online terhadap para peminjam online. Dimana, kebanyakan adalah perempuan.

“Selain itu, kami juga telah melakukan edukasi agar mereka tidak terjerat lagi Pinjol, karena sangat merugikan. Sebab, perempuan adalah guru bagi anak-anaknya, yang mendidik masa depan generasi Indonesia,” tuturnya.

Nah, jika seorang ibu mendapatkan hal-hal seperti itu, sambung Keke, dapat mengganggu konsentrasi dalam mendidik anak-anak mereka.

“PKP Indonesia akan menjadi rumah keadilan bagi orang-orang yang butuh bantuan hukum, tanpa tebang pilih. Karena visi misi PKP Indonesia, keadilan demi persatuan, dan persatuan demi keadilan,” tegasnya. (ads/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *