Lanjutan Kompetisi Internal Askot PSSI Surabaya Kembali Bergulir jika Surabaya Zona Oranye

LANJUTAN KOMPETISI: Ketua Askot PSSI Surabaya Mauritz Bernhard Pangkey di Batu, Jawa Timur, Minggu (6/9/2020) pagi. (BM/HARUN)

BATU (BM) – Badan Liga Sepak Bola Askot PSSI Surabaya dijadwalkan melakukan manager meeting bersama klub anggota terkait kelanjutan kompetisi yang terhenti sementara akibat pandemi Covid-19, Senin (7/9/2020) besok di Surabaya. Namun, pertemuan hanya dibatasi sebanyak 10 klub saja setiap minggunya.

Saat ditemui usai melangsungkan pertandingan sepak bola persahabatan dijamu Stamford Academy di lapangan Translok Gabes, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (6/9/2020) pagi, Ketua Askot PSSI Surabaya Mauritz Bernhard Pangkey mengatakan, dirinya terus melakukan koordinasi dengan Asprov PSSI Jatim soal kelanjutan kompetisi di Surabaya.

Baca Juga  Terapkan Protokol Kesehatan, Lanjutan Liga Askot PSSI Surabaya Dijadwalkan Kembali Bergulir Awal November

“Kita (pengurus) sudah melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim, kemudian tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim dan Asprov PSSI Jatim. Mereka menyarankan untuk menunda kompetisi dulu,” ujar Pak Champ, biasa disapa.

Untuk itu, lanjut Champ, pihaknya merasa perlu untuk mengadakan pertemuan dengan seluruh klub anggota guna menggali pendapat mereka. “Pertemuan nantinya dilakukan 10 tim tiap minggunya. Kami ingin tahu feedback mereka. Kompetisi lanjut, atau tidak,” katanya.

Mengenai kans dilanjutkannya kompetisi internal Askot PSSI Surabaya, ia meneruskan saran Polda Jatim, kalau dipaksakan dan terjadi kluster baru penyebaran Covid-19, maka panitia bakal disalahkan, dalam hal ini pengurus Askot.

Baca Juga  Akademi Sepak Bola Surabaya, Champ: PSSI Surabaya Tidak Tahu Menahu

“Kalau Surabaya masih zona merah, jangan dulu. Tapi kalau oranye, silahkan dilaksanakan selama ada persetujuan tim Gugus Tugas Covid-19,” terang Mauritz meneruskan saran pihak kepolisian.

Namun demikian, apabila nantinya memang kompetisi bakal dilanjutkan, maka akan diberlakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. “Semula mereka (pihak terkait) minta semua pemain dan ofisial dilakukan tes swab. Tapi kemudian minimal rapid tes harus ada,” tutupnya. (run)

 139 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *