Rekor 9 Tahun Nasional Pecah saat Uji Kompetensi Profesi Koperasi yang Digelar LDP Raja di BMT Maslahah

Rekor
Penguji Atiek Nurhidayati dan Khoiridin diapit empat peserta terbaik sertifikasi profesi koperasi bersama Direktur LDP Raja Sudirman Agus (kanan). (BM/HARUN)

PASURUAN (BM) – Rekor baru tercipta pada Pelatihan dan Asesmen Manajer/ Kepala Cabang Koperasi yang digelar oleh Lembaga Diklat Profesi (LDP) Rizky Amanah Jaya (Raja) di Kantor Pusat Koperasi BMT MASLAHAH, Jalan Raya Sidogiri, Kraton, Pasuruan, 15 – 17 Oktober 2020. Sebanyak empat peserta meraih nilai di atas ambang nasional 80 angka.

Rekor yang bertahan selama sembilan tahun itu tercipta setelah dilakukan uji kompetensi terhadap 9.000 peserta sertifikasi profesi koperasi secara nasional. Hebatnya lagi, keempatnya bukan sarjana, dan hanya lulusan pendidikan salafiyah.

Lead Assessor LSP Koperasi Atiek Nurhidayati, SE, MM

Menurut Lead Assessor Atiek Nurhidayati, SE, MM dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Koperasi mengatakan bahwa nilai itu sifatnya hanya tolok ukur, tetapi yang penting adalah mereka kompeten pada setiap unsur kompetensi yang meliputi knowledge, skill and attitude.

“Mereka melebihi ambang batas standar (penilaian,red.-) yang ada di Indonesia,” katanya, Sabtu (17/10) sore usai acara penutupan.

Baca Juga  Setelah Bebek Bungkus, Hilan & Cilea Food Luncurkan Varian Pentol Bakso Siap Antar

Ketiga unsur kompetensi tersebut bagian dari setiap pekerjaan sebagai kepala cabang. “Misalnya, dia mampu mengambil keputusan apabila ada permasalahan di koperasi, baik sesama pengurus maupun dengan anggota koperasi dengan cepat dan tepat,” ulasnya.

Masih Atiek, sapaan Atiek Nurhidayati merinci, penilaian dimulai dari portofolio yang dibawa oleh masing-masing peserta. “Kompetensi yakni memiliki pengetahuan, kemampuan dari portofolio yang dibawa. Keterampilannya mampu menerapkan strategi dengan baik dari wawasan yang mereka miliki,” timpalnya.

Lanjut Atiek, pengakuan kompetensi adalah kemampuan untuk memahami ilmu di dalam pengelolaan lembaga, juga sikap kerja dalam lembaga (koperasi).

Untuk metode penilaian ada tiga, yakni metode portofolio dan wawancara namun tidak dibuat skor penilaian karena sifatnya umum. Kemudian metode khusus tes tulis, penilaian dilakukan uji tes tulis.

Baca Juga  Rakernas Perpani, Juliana Waromi: Papua Siap menjadi Tuan Rumah PON XX 2021

“Kalau tes tulis itu ada jawaban salah dan benar. Dan selama sembilan tahun terhadap 9.000 peserta nilainya di angka 80 poin. Di Pasuruan, rekor nasional penilaian itu pecah,” ungkap Atiek.

Berikut empat nama dari 54 peserta sertifikasi profesi koperasi yang berhasil memecahkan rekor tersebut, yakni Abdul Mutholib (96), Didik Irawan (93), Ahmad Banu Anshori (88) dan Zakariyah (83). Dan sebagai bentuk apresiasi kepada keempatnya, para penguji secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatan buat mereka.

Assessor LSP Koperasi Khoiridin, SPd, MSi

Terpisah, penguji dari LSP Koperasi lainnya Khoiridin, SPd, MSi memaparkan bahwa dunia pelatihan ada dua, yaitu LSP dan LDP (Lembaga Diklat Profesi).

Baca Juga  Pemkot Batu Bawa Media Tinjau Hasil Promosi Wisata Magelang di Tengah Pendemi Covid-19

“LSP kepanjangan tangan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Sedangkan LDP (Raja,red.-) yang saat ini menggelar pelatihan di bawah pengesahan Disnaker,” tutur Khoir, sapaan Khoiridin.

Lebih lanjut, Khoir mengatakan, kalau BNSP itu di bawah langsung presiden, yang mengeluarkan sertifikasi semua bidang profesi. “Nah, LSP Koperasi itu melakukan pengujian kompetensi profesi koperasi,” imbuhnya.

Pengujian LSP Koperasi sendiri diwajibkan kepada manajer dan kepala cabang koperasi sebagai salah satu syarat mendirikan koperasi. Selanjutnya setiap peserta memiliki ketentuan, di antaranya sudah bekerja selama tiga tahun di koperasi, pernah mengikuti pelatihan koperasi dan minimal lulus SMA.

“Nah, sertifikasi ini untuk menstandarkan mereka, sehingga mereka tahu standar kompetensi kinerjanya di koperasi ketika mereka sudah dinyatakan kompeten,” pungkasnya. (run)

1 thought on “Rekor 9 Tahun Nasional Pecah saat Uji Kompetensi Profesi Koperasi yang Digelar LDP Raja di BMT Maslahah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *