Peduli Generasi Muda, Tatag Triwibowo Dibalik Sukses Prestasi Bajol Ijo Unika

Direktur Unika Automotive Tatag Triwibowo. (HARUN)

SURABAYA, Klik9.Com | Belakangan ini publik sepak bola Jawa Timur dikejutkan prestasi kesebelasan Bajol Ijo Putri dan Bajol Ijo U-12 yang meraih sejumlah trophy di beberapa kejuaraan maupun uji coba, baik di lingkup Jatim maupun nasional.

Perlahan-lahan publik sepak bola Surabaya khususnya mulai mengenal nama-nama pemain maupun ofisial yang tergabung dalam tim bentukan Askot PSSI Surabaya ini.

Nah, prestasi gemilang yang telah diukir tim Bajol Ijo, baik putri maupun yunior tak lepas dari dukungan seratus persen Pemilik sekaligus Direktur Unika Automotive Tatag Triwibowo. Bersama perusahaan otomotif miliknya itu, pria asli Sukodono, Sidoarjo ini menunjukkan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.

“Kalau kita bicara berbangsa dan bernegara itu adalah masalah generasi muda. Kalau generasi muda bagus dan sehat, maka masa depan bangsa dan negara pasti akan lebih baik. Dan salah satu yang dapat menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif adalah olah raga,” ujar Tatag Triwibowo saat ditemui di rumah cepat saji Komplek Puri Mas Rungkut Madya, Selasa (12/1/2021) siang.

Kebiasaannya berbagi (sembako,red) di sekitar Gubeng, Surabaya membuat dia berkenalan dengan warga yang kebetulan juga pelatih sepak bola SSB Indonesia Muda Oetoyo. “Alhamdulillah, satu-satunya kegiatan yang dapat izin Pemkot Surabaya hingga pukul 22.00 WIB pada saat malam tahun baru itu Baksos Unika di sekitar Tambak Sari,” tuturnya.

Baca Juga  Donasi Wanita Karir Perusahaan Leasing, Bagi-bagi Nasbung Gratis Terus Bergulir

Dari perkenalannya dengan Oetoyo ini mengantarkan dirinya berkenalan dengan Wakil Ketua Askot PSSI Surabaya Dr Heri Sudarsono MM. Pasalnya, Kapten Bajol Ijo U-12 Nabil Loverino adalah putra bungsu Dokter Heri, sapaan Dr Heri Sudarsono MM. Sementara itu, Oetoyo juga pelatih kepala Bajol Ijo U-12.

“Di sepak bola ini saya tidak ada kepentingan selain murni kegemaran sosial saja, sebab ketiga anak saya itu putri semua, yang saat ini duduk di bangku kuliah, SMA dan SD kelas VI,” ungkap penggemar merpati aduan ini.

Di berbagai kegiatan kepemudaan, bendera Unika Automotive juga berkibar luas di kalangan pendaki gunung, olah raga sepeda, hingga terbaik program Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di Kedung Doro.

“Saat dihadiri oleh Kapolda dan Pangdam, spanduk besar Unika Automotive di Kampung Tangguh terbaik di Kedung Doro itu masuk media (massa), baik cetak maupun elektronik,” ungkapnya.

Sementara itu, nama Unika Automotive diambil dari kisah ‘Unik’ perjalanan hidupnya saat jatuh bangun membesarkan perusahaan di bidang mekanik otomotif ini.

Baca Juga  Jumat Berkah, PKPI Surabaya Bagikan 500 Masker dan 500 Nasi Bungkus

“Perusahaan ini saya dirikan 11 tahun lalu. Awalnya saya sales ke Surabaya, Kediri hingga Madiun naik motor. Dan menginap di hotel merah mutih (istilah SPBU dari anak jalanan). Omzetnya puluhan ribuan mula-mula kini ratusan juta,” terangnya.

Tatag Triwibowo yang jenuh keluar masuk kerja di perusahaan orang, akhirnya memutuskan buka usaha sendiri. “Orang bisnis itu ada tiga model, pertama warisan keluarga, kedua karena punya modal. Dan saya termasuk golongan ketiga, yakni karena terpaksa. Ya, terpaksa karena dimakan usia, saya susah cari kerja kala itu,” katanya.

Namun, ia bersyukur karena masih memiliki teman-teman yang mau memberikan pinjaman uang. “Bagi saya, barokah adalah saat menganggur masih ada yang kasih hutang buat makan dan jalan (usaha), untuk itu saya selalu menjaga silaturahmi itu penting,” bebernya.

Sekitar setahun ia bekerja serabutan, akhirnya usaha yang dirintis mulai membuahkan hasil sehingga bisa melunasi hutang. “Unika Automotive ini besar sebenarnya bukan karena saya, tapi atas bantuan teman-teman saya yang ahli di bidang otomotif melalui kritik membangun. Dan saya tidak anti kritik meski pahit, asal baik,” tukasnya.

Baca Juga  Academy MIFA Runner Up Jakarta World Cup U-13 2021

Dari pengalaman pahit hidupnya, dia belajar dan mengambil hikmah bahwa seberat-beratnya orang bekerja, secapeknya orang kerja, maka masih berat orang yang menganggur.

“Untuk itu, saya selalu menjalin silaturahmi, terbuka, bekerja keras, kreatif, terus belajar dan tidak anti terhadap kritik,” papar Tatag menjawab kiat sukses usahanya.

Dari keterbukaan manajemen ia dengan karyawan, selama pandemi yang sulit, berhasil dia lalui dengan baik. “Pada bulan keenam pandemi Covid-19, saya kumpulkan karyawan dan berbicara masa depan perusahaan. Alhamdulillah bulan berikutnya keuangan perusahaan justru naik terus. Kini cabang-cabang di luar Jawa terus berkembang, bahkan kami kekurangan tenaga kerja,” timpalnya.

Di akhir pembicaraan, Tatag berharap sedikit kisah suksesnya itu dapat menginspirasi generasi muda untuk jauh dari narkoba dan pergaulan bebas.

“Saya pernah jengkel dengan alm. Nenek saya, yang menyindir, kalau nanti parkiran di rumah tidak muat oleh mobil saya. Subhanallah seperti doa, saat ini itu terjadi pada kehidupan saya di Sukodono tidak muat koleksi mobil saya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *