Co Pilot Anak Mantan GM Pelindo III Termasuk Penumpang Pesawat Nahas Sriwijaya Air SJ 182

Momentum keluarga dua tahun lalu Fadly Satrianto (dilingkari) bersama ayahnya Sumarzen Marzuki. (FOTO:ISTIMEWA)

KLIK9COM, SURABAYA – Salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) sore adalah putra mantan GM Pelindo III Dr Ir Sumarzen Marzuki MMT, Fadly Satrianto (28).

Fadly duduk dengan nomor kursi 40 (9,77108E+12 Mr. XCU FO FADLY SATRIANTO). Kode XCU (Extra Crew) menunjukkan kalau dalam penerbangan tersebut status korban adalah awak pesawat ekstra, atau sedang tidak bertugas.

Menurut penuturan kerabat ipar, Teuku Rizkhi Ariyajaya mengatakan, kalau kerabat istrinya yang berprofesi sebagai pilot juga menjadi salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182.

Baca Juga  Rekor 9 Tahun Nasional Pecah saat Uji Kompetensi Profesi Koperasi yang Digelar LDP Raja di BMT Maslahah

“Ayah korban GM Pelindo III (2012), saat terbang dia (Fadly,red) sebagai awak ekstra, jadi tidak sedang bertugas menerbangkan pesawat,” tutur Rizkhi melalui Pesan Singkat WA, Minggu (10/1) pagi.

Meski tercatat sebagai warga Teluk Penanjung, Perak Utara, Pabean Cantikan, namun korban yang mempunyai dua orang putri ini diketahui tinggal di Tanjung Pinang (Riau). Sedangkan ayahnya tinggal di Gayungsari Barat, dekat Masjid Agung Al Akbar, Surabaya.

“Dari informasi keluarga, rumah ayahnya yang di dekat Masjid Al Akbar saat ini kosong. Sebab semua menuju rumah duka di Tanjung Pinang,” timpalnya.

Baca Juga  Dua Jam Jelang Take Off Sriwijaya Air, Ratih Bersama Putri Kecilnya Sempat Unggah Pesan Terakhir Di Instagram

Lansiran Bicarasurabaya.com, Sumarzen Marzuki, ayah korban mengaku masih menunggu kabar keberadaan anaknya. Keluarga berharap, seluruh penumpang dapat ditemukan, termasuk putranya dalam keadaan baik.

“Harapan kami keluarga, putra kami termasuk yang lain dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Tetapi kalau Allah sudah berkehendak lain, kami sudah mengikhlaskan, kami dengan ikhlas ini musibah kecelakaan yang tidak perlu kita sesali,” ujarnya.

Marzuki, sapaannya, mengungkapkan, jika putra bungsu dari tiga bersaudara ini co-pilot di perusahaan NAM Air. Fadly ditugaskan perusahaannya dari Jakarta menuju Pontianak untuk mengambil pesawat yang akan dikendarai olehnya bertugas.

Baca Juga  Awali Kunker Kalimantan-Sulawesi, Ketua DPD RI Disambut Hangat di Banjarmasin

“Anak saya yang ketiga ini adalah co-pilot di perusahaan NAM Air. Dia akan ke Pontianak itu dalam rangka ditugasi oleh perusahaan NAM Air,” ungkap Marzuki.

Sebelum pesawat yang ditumpangi Fadly dikabarkan hilang kontak, Marzuki menceritakan kalau anaknya itu sempat melakukan kontak dengan ibunya.

“Kontak terakhir dengan ibunya itu kemarin Sabtu (9/1) pagi. Dia bilang mau ke Pontianak,” terang Marzuki.

Dalam kesempatan itu, Marzuki menjelaskan kalau Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah datang di kediamannya untuk memberikan support kepada pihak keluarga. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *