Oknum Kepala Cabang PNM Mekaar Sedati Asri Hambat Pencairan Uang Bantuan Presiden kepada UMKM, Ada Apa?

Kantor PNM Mekaar di Pondok Sedati Asri, Kecamatan Sedati, Kab Sidoarjo. (BM/HARUN)

SIDOARJO (BM) – Entah apa yang ada di benak pikiran kepala cabang PNM Mekaar Sedati Asri, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, hingga berita ini ditulis, oknum kepala cabang yang sapaannya Dita itu tak kunjung melaporkan ke bank BNI Cabang Tropodo untuk membuka blokir bantuan presiden (Banpres) kepada pegiat UMKM.

Bantuan tunai sebesar Rp2,4 juta dalam mengatasi ekonomi kerakyatan di tengah pandemi Covid-19 itu pun kurun dua bulan ini masih tidak bisa dicairkan.

Baca Juga  Trofeo Surabaya Raya, Cak Eri, Gus Muhdlor dan Gus Yani Jajal Stadion GBT bersama Legenda Persebaya

Menurut Eni, anggota Mekaar Kelompok Gisik Asin, Sedati mengungkapkan bahwa dia bersama kelompoknya telah mendatangi bank BNI Cabang Tropodo sudah tiga kali ini. Dan Jawabannya sama, yakni pihak Mekaar belum laporan.

“Saya tadi antri jam 8.00 pagi, dan CS nya bank BNI bilang kalau pihak Mekaar harus datang ke BNI untuk membuka blokir,” ungkapnya melalui Pesan WA kepada wartawan, Senin (9/11/2020) siang.

Jengkel karena merasa dibohongi berulang kali, dia bersama rekannya meluncur ke Kantor Mekaar Sedati Asri di Pondok Sedati Asri Blok FA 12. Namun bukannya jawaban sejuk, justru Eni dimaki sembari menghardik. “Bahwasannya uang gratis saja, yang sabar ditunggu,” kata Eni menirukan petugas Mekaar.

Baca Juga  Alhamdulillah Santri TPQ Syekh Maulana Malik Ibrahim Terima Bantuan Buku Iqra'

Keluh Eni. “Itu kan hak kami dapat bantuan presiden, dan kami sangat membutuhkan untuk tambahan modal. Apalagi angsuran Mekaar kami tertib membayar. Mengapa giliran kita dapat bantuan, petugas Mekaar terkesan seenaknya sendiri,” timpalnya kecewa.

Sementara itu, Dita selaku kepala cabang mulai sulit ditemui. “Selain itu, kami juga mau bertanya kok ada kelompok kami belum keluar buku tabungannya, padahal kata CS BNI semua sudah diberikan,” imbuhnya.

Saat coba dihubungi, ternyata Dita telah memblokir nomor WA wartawan. Sementara anak buahnya selalu melempar janji dan minta anggota bersabar. 

Baca Juga  Ekonomi Syariah Terus Didorong Pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Insiden ini tentunya telah mencoreng nama baik BUMN sebesar PNM Mekaar serta nama baik Presiden Jokowi yang ingin membantu rakyatnya di tengah pandemi Covid-19. 

“Saya dan kelompok saya minta tolong ya pak, agar uang bantuan presiden cepat cair. Karena di cabang lain juga bisa dicairkan,” pungkas Eni. (run)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *