Keluarga Korban Minta Polisi Usut Kasus Kernet Meninggal Terlindas Truk Pasir di Tuban

Paman korban, Supardi (kanan) mengadu peristiwa kematian Durrokhim ke Redaksi Panjinasional Surabaya. (BM/IST)

TUBAN (BM) – Dilansir dari media Panjinasional, Jl Embong Malang, Surabaya, Minggu (20/9/2020), bahwa kematian seorang pria bernama Durrokhim di wilayah hukum Polsek Rengel, Tuban, Jawa Timur dianggap janggal oleh keluarganya. Hal itu diungkapkan oleh paman korban Supardi saat mendatangi Panjinasional, Kamis (10/9) lalu. Menurut Supardi, korban kelahiran Rembang, 6 Juni 1997 itu meninggal dunia bukan karena kecelakaan.

Ia menceritakan, bahwa alm Durrokhim pada 13 Agustus 2020 bekerja sebagai kernet truk bermuatan pasir bersama sopir Darmudji yang masih tetangganya sendiri. Namun, informasi yang beredar kalau korban meninggal akibat terlindas truk bermuatan pasir yang disopiri Wachid.

Masih Supardi, pada saat dirinya membawa ambulance dari Rembang menuju tempat kejadian perkara (TKP), diketahui jenazah alm Durrokhim dibiarkan tergeletak hingga dikerubungi semut, tidak ditangani layaknya korban kecelakaan, bahkan tidak ada penanganan pihak kepolisian maupun puskesmas setempat.

Baca Juga  Ini Kunci Sukses Turnamen Kedanyang Cup II 2020 Gresik di Tengah Pandemi Covid19
TKP truk parkir dan bekas jenazah dibakar untuk menghilangkan jejak

Selain itu, pada jenazah terdapat luka di rahang dan leher, seperti terkena pukulan benda tumpul. “Kalau terlindas truk kepalanya pasti hancur, makanya kami keluarga tidak yakin itu kecelakaan,” ungkap Supardi.

Lebih jauh, menurut keluarga korban, seperti ada indikasi dugaan pembiaran terhadap jenazah alm Durrokhim. Sebab para saksi, yakni Darmudji maupun Wachid sengaja tidak lapor ke polsek setempat (Polsek Rengel).

Setibanya jenazah di kampung halaman Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kota Rembang, Jawa Tengah, telihat sopir Darmudji dan Wachid turut mengawasi jalannya pemakaman, diduga untuk mencegah orang mengambil gambar jenazah alm Durrokhim.

Baca Juga  Lewat Akun Pribadi, Gubernur Khofifah Umumkan Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Kecurigaan keluarga korban timbul ketika Wachid melalui Darmudji mengakui dan siap bertanggung jawab dengan mengatakan minta berapa pun akan dibayar. Namun Supardi atas nama keluarga merasa janggal dan akan mencari keadilan sesuai hukum yang berlaku.

“Kemana pun saya akan mencari keadilan, walaupun jenazah harus dibongkar lagi untuk dilakukan otopsi, keluarga tidak keberatan,” tantang Supardi.

Keluarga korban merasa heran, hingga kini tidak ada penahanan pelaku, termasuk unit truk yang diduga melindas korban yang sedang tiduran di lahan parkiran. Jika dianggap kecelakaan, istri korban berharap kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti sesuai UU Lalu Lintas.

Baca Juga  Uji Coba, Bajol Ijo Putri Menang Telak 15-0 di Gresik

Apalagi keluarga korban merasa mendapat tekanan mental dari Darmudji agar tidak melapor ke pihak berwajib dengan ucapan. “Mau lapor? Kalian punya uang berapa?,” ujar Supardi menirukan Darmudji. Kata-kata itu seakan melecehkan martabat dan profesi kepolisian.

Sementara itu, Redaksi Panjinasional telah berkirim surat ke Kapolsek Rengel meminta pengusutan atas perlakuan dan pembiaran jenazah alm Durrokhim, namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari pihak kepolisian.

Namun saat dikonfirmasi, Kapolsek Rengel AKP Tomy berjanji akan koordinasi dengan Polres Tuban guna mengusut kejadian tersebut, dan akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi serta pembongkaran makam alm Durrokhim. (tim/run)

 622 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *