Hasil Evaluasi PPKM Mikro Tahap 1, Kota Batu Alami Lonjakan Pasien Konfirm

BATU, KLIK9.COM – Selama dua minggu terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah  menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Hal tersebut berdasarkan Intruksi mendagri Nomor 3 Tahun 2021.

Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelaksanaan PPKM mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya, dan Madiun Raya. Pemberlakuan PPKM mikro telah dilaksanakan pada 9-22 Februari 2021.

Setelah pemberlakuaan PPKM Mikro tahap I, Pemprov Jatim menggelar rapat evaluasi secara virtual bersama Kepala Daerah dan Forkopimda Jawa Timur.

Baca Juga  Tangkap Pelaku, Polres Batu Berhasil Selamatkan Ribuan Orang Dari Bahaya Narkoba

Evaluasi ini turut diikuti Wali Kota  
Batu, Hj. Dewanti Rumpoko di Ruang Rapat Utama Balaikota Among Tani, Selasa (23/02) siang. 

Wali Kota Batu melaporkan bahwa selama dua pekan penerapan PPKM Mikro di Kota Batu, angka pasien terkonfirmasi positif meningkat. Data sebaran Covid-19 Kota Batu per 22 Februari 2021 baik 10+ kasus.

Sepanjang bulan Februari hampir setiap hari ada 1 hingga 2 pasien positif Covid-19 dilaporkan meninggal, dengan rentang usia diatas 50 tahun. 

“Hari terakhir PPKM Mikro, angka konfirm positif Covid-19 di Kota Batu mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang bekerja ke luar kota dan menggelar hajatan,” kata Wali Kota.

Baca Juga  New Man, Ikon Protokol Kesehatan Pemkot Surabaya Beraksi Keliling KBS dan Mal

Pihak Pemerintah Kota Batu juga telah mengantisipasi, bagi masyarakat yang menggelar hajatan untuk meminimalkan jumlah undangan dan kerumunan. Namun, peningkatan kasus tetap terjadi karena banyak keluarga yang bersangkutan datang dari luar kota.

Terkait Dana Desa (DD), Wali Kota mengatakan bahwa sebagian sudah dicairkan dan sebagian lagi masih terkendala beberapa hal, seperti adanya Desa yang belum masuk KPKN dan adanya kepala desa yang meninggal.

Sementara itu, Kasdam V Brawijaya Suharyanto, mengatakan bahwa penambahan kasus konfirm yang terjadi di Kota Batu harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terjadi lonjakan lagi.

Baca Juga  Dokter Heri Bawa Askot PSSI Surabaya Ungguli Stamford Academy dalam Laga Persahabatan di Batu

“Penambahan ini perlu diwaspadai bersama. Salah satu tujuan kegiatan PPKM Mikro adalah mengurangi mobilitas. Hal ini menjadi evaluasi dan perhatian bersama, agar tidak memunculkan cluster baru,” katanya. (*)

 334 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *