Sampel Es Krim Alkohol Diuji ke BPOM

Sampel Es Krim Alkohol
ES KRIM ALKOHOL: Kepala Satpol PP Surabaya, M Fikser (kanan) menyerahkan sampel untuk meneruskan ke BPOM. (KS/IST)

Klik Sembilan Peduli

SURABAYA (KS) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menyerahkan sampel es krim yang menduga mengandung alkohol kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya pada Selasa (8/4/2025). Langkah ini mengambil untuk memastikan kandungan alkohol dalam es krim tersebut.

Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa pengujian ini untuk memberikan hasil yang pasti kepada masyarakat. Pasalnya, saat penyegelan, pemilik tempat usaha mengklaim bahwa menjual es krim hanya memiliki rasa alkohol, bukan mengandung alkohol.

“Kami berupaya bersikap netral dengan melibatkan BPOM yang memiliki kewenangan pengujian makanan dan minuman. Kami ingin mengetahui kadar alkohol secara pasti, apakah benar ada kandungan alkohol atau hanya perasa. Hal ini untuk menghindari kesimpangsiuran informasi,” ujar Fikser.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Tutup Pendaftaran Penghuni Rusunawa

Fikser menambahkan, apabila uji BPOM menunjukkan kadar alkohol 24 persen atau lebih, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya beserta dinas terkait untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penutupan tempat usaha dan pencabutan izin.

“Setelah hasil uji keluar, kami akan menindaklanjuti dengan menanyakan perizinan produk makanan tersebut. Jika tidak memiliki izin, kami akan mengambil tindakan penutupan, tentu saja melalui koordinasi dengan dinas terkait,” jelas Fikser.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Surabaya, Yudhistira, menyatakan bahwa satu sampel es krim telah diserahkan ke BPOM untuk pengujian. Sampel tersebut memenuhi persyaratan berat minimal 250 gram.

Baca Juga  Persibo Bojonegoro Juara Liga 3 Jawa Timur 2023/2024

“Kami mengambil beberapa sampel dari berbagai varian, tetapi BPOM hanya menerima sampel dengan berat minimal 250 gram. Sampel dalam kemasan cup tidak memenuhi syarat karena beratnya kurang dari 200 gram,” ungkap Yudhistira.

Yudhistira menegaskan bahwa pengawasan terhadap tempat penjualan makanan dan minuman di Surabaya akan terus lakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengawasan terhadap peredaran alkohol ilegal di Surabaya akan terus kami lakukan, baik di mal, toko kelontong, maupun tempat lainnya,” tegasnya.

Baca Juga  Surabaya Juara Umum Taekwondo Porprov VIII Jatim 2023

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPOM Surabaya, Budi Sulistyowati, mengatakan bahwa sampel es krim akan membawa ke laboratorium untuk menguji dan menganalisis.

“Hari ini, kami menerima sampel dari Satpol PP Surabaya untuk menganalisis kandungan alkohol dalam es krim yang terduga mengandung alkohol,” ujar Budi.

Budi menjelaskan bahwa pengujian akan melakukan dengan metode destilasi, mengikuti pengukuran menggunakan alat gas kromatografi. Proses pengujian perkiraan memakan waktu 14 hari kerja. “Hasil pengujian akan kami sampaikan langsung kepada Satpol PP Surabaya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Nanya?